PendidikanBirokrasi

1.529 Siswa SMA/SMK di Bombana Siap Ikuti Ujian Sumatif, SMK Jalani UKK Lebih Awal

96
×

1.529 Siswa SMA/SMK di Bombana Siap Ikuti Ujian Sumatif, SMK Jalani UKK Lebih Awal

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Cabang Dinas Dikbud Stltra wilayah Bombana, Dahrir S.Pd., M.M

Rumbia, Infobombana.id – Sebanyak 1.529  siswa tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dijadwalkan mengikuti Ujian Sumatif Sekolah yang akan digelar serentak mulai 9 April 2026. Ujian ini menjadi penentu kelulusan siswa di tingkat akhir pendidikan menengah.

Kepala Dinans Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Prof. Dr Aris Badara, melalui Plt. Kepala Cabang Dinas Dikbud Stltra wilayah Bombana, Dahrir S.Pd., M.M, menyebutkan, total peserta terdiri dari 1.355 siswa SMA dan 174 siswa SMK yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Rumbia, Poleang, hingga Kabaena.

“Seluruh siswa SMA dan SMK akan mengikuti ujian sumatif secara serentak pada 9 April,” kata Dahrir saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, ujian akan diikuti oleh 24 SMA dan 11 SMK di Bombana. Meski sebagian besar sekolah telah siap secara fasilitas, masih terdapat satu sekolah yang menghadapi kendala jaringan.

“Masih ada satu sekolah yang berada di wilayah blank spot, yaitu SMK 09 di wilayah Pising, Kecamatan Kabaena Utara,” ujarnya.

Dahrir berharap pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa hambatan teknis, terutama terkait pasokan listrik dan jaringan internet yang menjadi penopang utama ujian berbasis perangkat.

“Kami berharap tidak ada pemadaman listrik selama ujian berlangsung. Perangkat seperti laptop harus dapat difungsikan dengan baik, begitu juga jaringan internet agar tidak mengganggu jalannya ujian,” katanya.

Selain Ujian Sumatif Sekolah, khusus siswa SMK juga tengah menjalani Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan lebih awal sebelum 9 April 2026.

Menurut Dahrir, UKK merupakan bagian penting dalam pendidikan vokasi karena menguji kemampuan praktis siswa sesuai bidang keahlian masing-masing. Ujian ini mencakup seluruh tahapan kerja, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir.

“Melalui UKK, siswa diuji secara langsung sesuai kompetensinya. Hasilnya nanti akan menjadi bagian dari penilaian kelulusan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil UKK akan digabungkan dengan nilai Ujian Sumatif Sekolah. Siswa yang memenuhi standar tidak hanya dinyatakan lulus, tetapi juga berpeluang memperoleh sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelaksanaan UKK ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang menargetkan penciptaan 1.000 tenaga kerja terampil setiap tahun. Melalui skema ini, lulusan SMK diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!