
RUMBIA, INFOBOMBANA.ID – Tidak semua jawaban harus disampaikan dengan kata-kata. Ada kalanya, prestasi menjadi bahasa yang paling lantang.
Beberapa hari lalu, perhatian publik Bombana tersedot pada penampilan mobil pawai kafilah Kabupaten Bombana saat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe.
Di media sosial, berbagai komentar bermunculan. Sebagian menilai kendaraan yang digunakan tampil sederhana, bahkan ada yang menyebutnya memalukan jika dibandingkan dengan daerah lain.
Perdebatan itu sempat menutupi esensi utama penyelenggaraan MTQ. Sorotan publik lebih banyak tertuju pada apa yang tampak di jalan daripada perjuangan para peserta yang tengah bersiap bertanding di arena perlombaan.
Namun, para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan khattat asal Bombana memilih diam. Mereka tidak membalas komentar dengan pernyataan, apalagi polemik. Mereka menjawabnya dengan penampilan terbaik di setiap cabang yang diperlombakan.
Hingga penutupan MTQ pada Minggu, 28 Juni 2026, hasil yang dibawa pulang Bombana berbicara lebih jelas daripada riuhnya komentar di media sosial.
Bombana berhasil mengoleksi sembilan penghargaan. Tiga peserta meraih Juara II, satu peserta memperoleh Juara III, sementara lima lainnya sukses menembus peringkat harapan.
Sementara Muhammad Raihan menjadi Juara II pada cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Anak-Anak Putra. Aulia Rahmayani meraih Juara II Hafalan Al-Qur’an Golongan 30 Juz Putri. Deby Rafeyfa Asyla menyumbangkan Juara III pada cabang Hafalan Al-Qur’an Golongan 5 Juz dan Tilawah Putri.
Prestasi juga datang dari cabang Fahm Al-Qur’an Beregu Putri. Tim yang beranggotakan Ainun Zahra, Cahaya Sudirman, dan Ummul Fatimah Amin sukses mengamankan Juara II setelah melalui persaingan dengan kafilah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Syamsul Bahri, Muh. Zulfikar, Miftahul Rizkiah Haling, Abdul Kadir, dan Asep Hikmatullah turut mempersembahkan prestasi pada kategori Harapan I dan Harapan II.
Secara keseluruhan, Bombana menutup MTQ dengan torehan tiga Juara II, satu Juara III, dua Harapan I, dan tiga Harapan II. Capaian itu menjadi indikator bahwa proses pembinaan yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Bombana mulai menunjukkan hasil.
Peristiwa ini menghadirkan ironi yang menarik. Ketika perhatian publik sempat terfokus pada tampilan kendaraan pawai, para peserta justru sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih penting: membawa nama daerah melalui kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mendalami Al-Qur’an.
MTQ pada akhirnya memang tidak menentukan pemenang dari kemegahan dekorasi kendaraan atau panjangnya iring-iringan pawai. Penilaian diberikan berdasarkan kualitas bacaan, hafalan, pemahaman, hingga seni kaligrafi yang ditampilkan peserta.
Di situlah Bombana Memperoleh Pengakuannya
Pemerintah Kabupaten Bombana bersama LPTQ menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, ofisial, serta semua pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan MTQ XXXI Sulawesi Tenggara.
Lebih dari sekadar daftar juara, kisah Kafilah Bombana tahun ini menyisakan pesan yang layak direnungkan. Penampilan boleh mengundang komentar dalam hitungan menit, tetapi kerja keras, ketekunan, dan prestasi adalah jawaban yang mampu bertahan jauh lebih lama daripada riuhnya hujatan.














