Scroll untuk baca artikel
HUKUM

Kapolda Sultra Tekankan Polisi Harus Hadir, Berbuat dan Bermanfaat

113
×

Kapolda Sultra Tekankan Polisi Harus Hadir, Berbuat dan Bermanfaat

Sebarkan artikel ini

KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Irjen Pol Himawan Bayu Aji menegaskan personel kepolisian harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Polisi tidak cukup hanya menerima laporan dari balik meja, tetapi harus turun langsung, memberikan solusi, dan memastikan keberadaannya membawa manfaat. Pesan itu disampaikan Himawan saat memberikan Commander Wish kepada personel Polda Sultra di Aula Dharana Lastarya, Sabtu (12/9/2026).

Ia membawa tagline “Jaga Bumi Anoa – Humanis, Profesional” sebagai arah pelaksanaan tugas kepolisian di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Budi Hermawan, Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro, para pejabat utama, perwira menengah, perwira pertama, hingga personel Bintara dari masing-masing satuan kerja.

Dalam arahannya, Himawan mengingatkan enam pesan Presiden Prabowo Subianto kepada Polri pada peringatan ke-80 Hari Bhayangkara. Pesan tersebut meliputi menjaga kepercayaan rakyat, dekat dengan masyarakat, menegakkan hukum secara adil, meningkatkan profesionalisme, memperkuat sinergi, serta terus melakukan pembenahan dengan tetap rendah hati.

Pesan tersebut, kata dia, harus menjadi pijakan jajaran Polda Sultra dalam menjalankan tugas sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Himawan juga menekankan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar institusi Polri tidak antikritik. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari evaluasi untuk memperbaiki institusi.

Personel Polri pun dituntut semakin dekat dengan masyarakat, hadir untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan, serta menjalankan tugas dengan hati.

Sejumlah persoalan menjadi perhatian Polda Sultra, di antaranya aksi unjuk rasa, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pemalangan jalan hauling.

Untuk menghadapi persoalan tersebut, Himawan meminta seluruh jajaran menjaga soliditas internal maupun antar-satuan kerja. Pengawasan terhadap anggota juga harus diperkuat, sementara penegakan hukum dilakukan secara tegas dengan tetap mengedepankan prinsip ultimum remedium sesuai ketentuan.

“Wujudkan wilayah Sulawesi Tenggara yang aman dengan kehadiran anggota Polri yang profesional dan humanis serta tuntas dalam setiap pekerjaan,” tegas Kapolda.

Ia juga meminta penguatan sinergi tiga pilar di tingkat desa dan kelurahan, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa serta kepala desa atau lurah. Ketiganya dinilai memiliki posisi penting dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini.

Selain itu, komunikasi lintas instansi, patroli skala besar terpadu, serta penguatan satu pintu informasi untuk menangkal hoaks diminta terus dioptimalkan.

Polisi diminta turun langsung

Konsep “Polisi Hadir, Berbuat, dan Bermanfaat” menjadi salah satu penekanan utama dalam Commander Wish tersebut.

Pada bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), jajaran diminta memetakan potensi gangguan melalui fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas. Patroli Presisi juga diminta ditingkatkan dengan memperkuat sinergi bersama tokoh masyarakat.

Langkah itu diarahkan untuk mencegah potensi konflik berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi di Sultra.

Dalam pelayanan masyarakat, Himawan meminta jajaran menghadirkan layanan kepolisian yang mudah, cepat dan transparan. Pengawasan juga harus diperkuat untuk memastikan pelayanan bebas pungutan liar serta laporan masyarakat mendapat respons secara cepat.

Sementara dalam penegakan hukum, jajaran Polda Sultra diarahkan menerapkan KUHP dan KUHAP dengan berorientasi pada keadilan. Restorative justice juga didorong terhadap perkara yang memenuhi persyaratan.

“Polda Sulawesi Tenggara berkomitmen menjaga stabilitas Kamtibmas Sulawesi Tenggara yang aman dan kondusif melalui penguatan Harkamtibmas, pelayanan masyarakat yang humanis, dan penegakan hukum yang profesional, dengan mengedepankan deteksi dini serta sinergitas bersama pemerintah daerah, TNI, stakeholders terkait, para tokoh, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolda.

Komitmen tersebut kemudian dirangkum melalui tagline “Jaga Bumi Anoa” yang memiliki lima implementasi, yakni Jaga Masyarakatnya, Jaga Wilayahnya, Jaga Lingkungannya, Jaga Persatuannya, dan Jaga Kepercayaannya.

Implementasinya mencakup perlindungan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, deteksi dini gangguan Kamtibmas, penanganan sengketa agraria dan konflik sosial, serta perlindungan lingkungan dari aktivitas yang dapat merusak sumber daya alam.

Untuk menjaga persatuan, jajaran kepolisian diminta mengedepankan dialog, mediasi dan kolaborasi dalam menangani potensi konflik. Sementara kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan dan penegakan hukum yang profesional, transparan, cepat dan humanis.

Himawan berharap Commander Wish tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Seluruh personel diminta menjadikannya pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dengan semangat “Jaga Bumi Anoa – Humanis, Profesional”, Polri di Sultra diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan, mampu memberikan solusi, dan konsisten menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh wilayah Sultra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *