KENDARI, INFOBOMBANA.ID – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Bombana periode 2026–2031. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (10/9/2026), bersama pengurus HKTI dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, H. Abdul Kadir Karding.
Bupati Burhanuddin mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan sektor tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dengan seluruh pihak, termasuk HKTI, sangat diperlukan untuk memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Burhanuddin.
Dia menilai peran HKTI tidak hanya sebatas menjadi wadah organisasi petani, tetapi juga dapat menjadi ruang komunikasi untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.
Ir. H. Burhanuddin juga menyebut sejumlah aspek perlu diperkuat untuk mendorong kemajuan pertanian di Bombana. Di antaranya peningkatan produktivitas, ketersediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, hingga perluasan akses pasar.
Menurut dia, pembangunan pertanian juga tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Hasil pertanian harus mampu memberikan nilai tambah sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut,” katanya.
Dengan posisi Burhanuddin sebagai Bupati Bombana sekaligus Ketua DPC HKTI, kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan kelompok-kelompok tani.
Ke depan, HKTI Bombana akan didorong untuk memperkuat koordinasi dengan kelompok tani serta melahirkan gagasan dan program yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan sektor pertanian di daerah.
Penguatan tersebut dinilai penting mengingat Bombana memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan sektor tersebut menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelantikan pengurus HKTI periode 2026–2031 ini pun menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi petani dalam mendorong pembangunan pertanian yang lebih produktif, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.














