Rumbia, Infobombana.id – Awal tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana dalam memperkuat komitmen terhadap pelaksanaan Program Bangga Kencana. Sebuah inisiatif nasional di bawah koordinasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menekankan pembangunan keluarga berkualitas sebagai kunci keberhasilan pembangunan manusia Indonesia.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, DPPKB Bombana melaksanakan Penilaian Lomba UPTD Balai Penyuluh KB yang melibatkan seluruh 22 kecamatan se-Kabupaten Bombana. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin (13/01/2025) hingga Sabtu (18/01/2025), dan menjadi ruang evaluasi sekaligus ajang apresiasi bagi para penyuluh KB yang bekerja di garis depan mendukung program Bangga Kencana.
Evaluasi Serentak di Seluruh Wilayah
Penilaian dilakukan oleh tiga tim khusus DPPKB Bombana yang dibentuk sesuai pembagian wilayah kerja. Masing-masing tim turun langsung ke lapangan untuk menilai kondisi Balai Penyuluh KB berdasarkan empat aspek utama: ketertiban administrasi, efektivitas kinerja penyuluhan, inovasi program, dan dampak nyata terhadap masyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membenahi dan melengkapi administrasi agar lebih tertib dan sesuai standar pelayanan publik. Namun lebih dari itu, kami ingin mendorong setiap UPTD agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Asiz, M.Si.
Penilaian ini sekaligus menjadi bentuk implementasi dari Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), yang menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dan inovasi layanan di tingkat lapangan.

Lebih dari Sekadar Lomba
Kepala DPPKB Bombana menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana pembelajaran dan refleksi bagi seluruh UPTD Balai Penyuluh KB.
“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga momentum refleksi. Kami berharap semua UPTD dapat memanfaatkannya untuk melakukan evaluasi dan perbaikan,” tambah Abdul Asiz.
Setiap UPTD diberi kesempatan untuk mempresentasikan program unggulan yang telah dijalankan. Inovasi yang menjawab kebutuhan riil masyarakat—seperti penguatan Kampung KB, pendampingan calon pengantin, maupun edukasi stunting berbasis keluarga—menjadi nilai tambah penting.
Program semacam ini juga telah diterapkan secara nasional. Di berbagai kabupaten seperti Sleman, Banyuwangi, dan Parepare, kegiatan Lomba Balai Penyuluh KB terbukti mendorong inovasi layanan publik, mulai dari digitalisasi data peserta KB hingga pengembangan konseling keluarga berbasis komunitas. DPPKB Bombana meniru praktik baik tersebut dan menyesuaikannya dengan konteks lokal masyarakat Bombana.

Hasil Diumumkan Awal Februari 2025
Hasil penilaian direncanakan akan diumumkan pada awal Februari 2025. Balai Penyuluh KB dengan kinerja terbaik akan mendapatkan penghargaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bombana, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun keluarga sejahtera dan menurunkan angka stunting.
Selain penghargaan, hasil penilaian juga akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembinaan dan penguatan kapasitas bagi penyuluh KB selama tahun 2025.
Ujung Tombak Program Bangga Kencana
Melalui kegiatan ini, DPPKB Bombana ingin menegaskan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi terutama pada peran penyuluh KB sebagai ujung tombak di lapangan.
“Para penyuluh adalah garda terdepan dalam memastikan setiap keluarga memahami pentingnya perencanaan keluarga, pencegahan stunting, serta pembinaan remaja menuju generasi emas. Karena itu, kami ingin terus memacu semangat mereka agar menghadirkan pelayanan terbaik dan inovatif,” tutur Abdul Asiz.
Hal ini sejalan dengan arah kebijakan BKKBN 2025–2029, yang menekankan transformasi layanan keluarga berencana dan ketahanan keluarga berbasis digital serta kolaboratif.

Mewujudkan Keluarga Sejahtera Bombana
Dengan semangat kolaborasi, DPPKB Bombana optimistis bahwa pelaksanaan penilaian ini tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga menumbuhkan budaya kerja yang adaptif dan profesional di seluruh UPTD.
Langkah DPPKB Bombana ini juga mendukung tujuan pembangunan daerah, yaitu menciptakan masyarakat Bombana yang sejahtera, sehat, dan berdaya saing. Melalui optimalisasi peran penyuluh, layanan KB bukan sekadar soal pengendalian angka kelahiran, melainkan tentang membangun keluarga Indonesia yang berkualitas, berdaya, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.
“Bangga Kencana bukan hanya slogan, tetapi gerakan yang hidup di tengah masyarakat. Dari kampung hingga kota, dari penyuluh hingga keluarga, semuanya bergerak untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Abdul Asiz. (Adv)














