Birokrasi

Pelatihan Olahan Perikanan dan Peternakan Dorong UMKM Bombana Naik Kelas

7
×

Pelatihan Olahan Perikanan dan Peternakan Dorong UMKM Bombana Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M. Si, membuka secara resmi pelatihan olahan  Perikanan dan Peternakan  di Aula Hotel Grand Lampusui Rumbia.

Rumbia, Infobombana.id –  Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Bombana mendorong peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal, sebuah langkah strategis kembali dilakukan. Kamis (4/12/2025), Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., resmi membuka Pelatihan Olahan Hasil Perikanan dan Peternakan yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM di Aula Hotel Grand Lampusui Rumbia.

Kegiatan ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Ir. Rusdiamin, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Sadli Sirajuddin, S.Kom., M.A.P., Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, hingga peserta UMKM dari Kecamatan Rumbia.

Di ruang pelatihan yang dipenuhi aroma bahan olahan laut dan daging, pemerintah membuka wacana penting tentang bagaimana komoditas lokal seharusnya tidak lagi dipandang sebatas bahan mentah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pengolahan hasil perikanan dan peternakan bukan sekadar proses memperpanjang usia simpan produk. Lebih daripada itu, kata dia, kegiatan ini adalah proses membangun nilai tambah.

“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat meningkatkan keterampilan, inovasi, dan kualitas produk sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ketgam: Kepala Dinas Prrindakop dan UKM Bombana, Asis Fair, S. Sos 

Di Bombana, sektor UMKM memang terus digarap sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Dari pesisir Rumbia hingga kawasan pedalaman, potensi laut dan peternakan yang berlimpah seharusnya tidak lagi keluar dari daerah dalam keadaan mentah. Bupati Burhanuddin bahkan menegaskan perlunya keseriusan bersama untuk memastikan hasil laut dan peternakan benar-benar naik kelas.

“Saya berharap pelatihan ini akan berlanjut, bukan hanya di kecamatan rumbia bisa ke kecamatan lain. Kita mau hasil-hasil laut dan peternakan bisa diolaha dengan baik, kita mau hasil itu keluar dari Bombana sudah jadi produk yang artinya di olah, saya berharap nantinya olahan produk bombana bisa ada di gerai-gerai minimarket, bandara agar bisa dikenal luas,” tegasnya.

Pelatihan ini dirancang bukan hanya untuk memproduksi makanan olahan, tetapi juga membangun kesadaran baru bahwa UMKM harus memahami rantai nilai secara menyeluruh: mulai dari teknik pengolahan yang higienis, standar pengemasan modern, hingga strategi pemasaran digital yang relevan dengan perilaku pasar saat ini.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM dalam laporannya mengemukakan bahwa tujuan pelatihan adalah memberikan pengetahuan teknis serta keterampilan praktis kepada peserta. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha yang bernilai ekonomis, memanfaatkan potensi sumber daya setempat, serta membuka peluang kerja baru di lingkungannya masing-masing. Ia juga menambahkan bahwa Bombana menyimpan potensi besar di sektor perikanan dan peternakan, sehingga keberadaan pelaku UMKM yang memahami teknik pengolahan menjadi sangat penting. Produk lokal, katanya, harus mampu tampil sebagai inovasi—bukan sekadar komoditas mentah.

Melalui pelatihan ini, pemerintah ingin mendorong UMKM Bombana agar memiliki daya tawar baru. Tidak hanya menjawab kebutuhan pasar, tetapi juga memperluas jangkauan produk hingga bisa tampil di rak minimarket, bandara, hingga pasar regional. Di sisi lain, pelatihan ini membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif berbasis sumber daya daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Pemkab Bombana dalam menyiapkan masyarakat yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing. Melalui penguatan kapasitas seperti ini, Bombana menegaskan diri sebagai daerah yang tak hanya kaya sumber daya, tetapi juga siap mengolahnya menjadi peluang ekonomi. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!