BeritaSosial

Bulog Bombana Pastikan Penyerapan Gabah Sesuai Aturan, Petani Tak Dirugikan

13
×

Bulog Bombana Pastikan Penyerapan Gabah Sesuai Aturan, Petani Tak Dirugikan

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id –Perum Bulog Cabang Bombana menegaskan bahwa pelaksanaan penyerapan gabah dan beras di wilayah Bombana dilakukan sesuai ketentuan dan tidak merugikan petani. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan pemotongan timbangan dan kerugian petani.

Kepala Perum Bulog Cabang Bombana, Aang Fahri Drajad, menyampaikan bahwa seluruh proses pengadaan gabah dan beras dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan tidak pernah ada praktik pemotongan timbangan sebagaimana yang dituduhkan.

Menurut Aang, penyesuaian berat gabah yang dilakukan di lapangan kerap disalahartikan sebagai pemotongan timbangan. Padahal, proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme standar mutu untuk memastikan gabah yang diserap memenuhi persyaratan kualitas.

“Yang terjadi bukan pemotongan timbangan, melainkan penyesuaian mutu. Gabah yang mengandung banyak pengotor atau kadar airnya masih tinggi harus dibersihkan dan dikoreksi agar sesuai standar pengadaan,” tegasnya.

Aang juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan penyerapan gabah dan beras, Bulog Bombana melibatkan pendampingan dari unsur TNI. Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen mendukung kebijakan nasional serta perwujudan pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi kepentingan petani.

Selain itu, Bulog Bombana secara konsisten melakukan sosialisasi kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani terkait mekanisme penyerapan gabah. Sosialisasi tersebut tidak hanya membahas teknis pengadaan, tetapi juga disertai evaluasi hasil panen agar kualitas gabah petani dari waktu ke waktu semakin baik.

“Sejak awal, kami aktif turun ke lapangan memberikan pemahaman kepada petani. Harapannya, petani memahami standar mutu yang dibutuhkan sekaligus mampu meningkatkan kualitas hasil panen mereka,” ujar Aang.

Terkait proses penimbangan dan pengangkutan, Aang menjelaskan bahwa penimbangan umumnya dilakukan di lokasi mitra penggilingan untuk menghindari perbedaan hasil timbang. Dalam praktiknya, mitra Bulog juga banyak melakukan penjemputan langsung ke lokasi panen sebagai bentuk kemudahan bagi petani.

Dengan penegasan ini, Bulog Bombana berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang, serta tetap terjaga kepercayaan petani terhadap program penyerapan gabah dan beras yang dijalankan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!