BirokrasiSosial

Angin Kencang Terjang Bombana, Empat Rumah Rusak, BPBD Turunkan Bantuan Darurat

69
×

Angin Kencang Terjang Bombana, Empat Rumah Rusak, BPBD Turunkan Bantuan Darurat

Sebarkan artikel ini

Rumbia, infobombana.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kabupaten Bombana dalam tiga hari terakhir mulai menimbulkan dampak bagi warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana mencatat sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang yang disertai pusaran angin, pada Sabtu (10/1/2026) sore.

Rumah-rumah terdampak tersebar di dua kelurahan. Tiga unit berada di Kelurahan Lampopala, sementara satu rumah lainnya berada di Kelurahan Doule. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita, saat kecepatan angin meningkat secara tiba-tiba.

Menindaklanjuti laporan masyarakat dan pemerintah setempat, BPBD Bombana langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi kejadian. Langkah itu dilakukan atas instruksi Bupati Bombana untuk memastikan penanganan awal berjalan cepat dan beban warga terdampak dapat segera diringankan.

“Kami langsung turun melakukan asesmen, menghitung kerugian, dan bergerak cepat sejak hari kejadian,” kata Kepala Prlaksana BPBD Bombana, Drs. Hasdin Ratta, M. Si.

Kepala Pelaksana Kantor BPBD Kabupaten Bombana, Dra. Hasdin Ratta, M. Si

Hasdin melanjutkan, bantuan darurat langsung disalurkan pada hari yang sama, memanfaatkan buffer stock yang tersedia di gudang BPBD. Bantuan utama berupa material bangunan, khususnya seng, disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing rumah. Rumah yang kehilangan lima lembar seng diganti lima, sementara yang kehilangan hingga 15 lembar juga dipenuhi sesuai kebutuhan.

Selain seng, BPBD juga menyalurkan perlengkapan pendukung seperti reng (kalang-kalang) dan paku untuk mempercepat proses perbaikan. Bantuan logistik turut diberikan, meliputi pakaian layak pakai untuk laki-laki dan perempuan, serta bahan pangan seperti mi instan, air mineral, minyak goreng, dan kebutuhan dapur lainnya.

“Bantuan ini diminta segera dipasang dan dimanfaatkan oleh warga, agar aktivitas mereka bisa kembali normal,” ujar BPBD.

Olehnya itu, BPBD Bombana memastikan seluruh korban sementara telah tertangani. Namun, lembaga tersebut juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai. Fenomena angin kencang tidak hanya terjadi di Bombana, tetapi juga di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi pemerintah dan media massa, terutama terkait kondisi perairan.

Hasdin Ratta juga menyampaikan, dalam beberapa hari terakhir, tinggi gelombang di sejumlah jalur penyeberangan dilaporkan meningkat akibat kombinasi angin kencang dan sistem cuaca regional.

“Kami meminta masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan dan pemilik kapal, untuk lebih berhati-hati dan memastikan armada benar-benar laik layar, dengan mengutamakan aspek keselamatan,” kata BPBD.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan siap melakukan langkah lanjutan jika potensi bencana kembali meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!