HeadlineSosial

Anggota DPD RI Teriak Soal Warga Kabaena Dirujuk Pakai Perahu, Bombana Kaya Nikel Tapi Rakyat Terlantar

73
×

Anggota DPD RI Teriak Soal Warga Kabaena Dirujuk Pakai Perahu, Bombana Kaya Nikel Tapi Rakyat Terlantar

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infonombana.id – Video warga sakit asal Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang dirujuk menggunakan perahu sederhana memantik kemarahan publik. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial itu, terdengar suara lantang menyindir pemerintah daerah.

“Bupati, wakil bupati, lihat ini warga Kabaena yang dirujuk. Hai anggota DPR , apa gunanya kamu orang?” ujar suara dalam video tersebut.

Kondisi itu mendapat sorotan keras dari Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tenggara, La Ode Umar Bonte. Dalam pernyataan terbukanya, ia mempertanyakan secara frontal komitmen negara dalam menjamin layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

“Hari ini saya ingin sampaikan kepada Pak Menteri, bagaimana sebenarnya program pelayanan kesehatan di pulau-pulau di Indonesia?” kata Umar Bonte, dalam unggahan video berdurasi 2 menit 44 detik di media sosial.

Anggota DPD-Ri Dapil Sultra, La Ode Umar Bonte

Ia menilai jargon akses pelayanan kesehatan yang merata dan pembangunan rumah sakit hanya menjadi slogan kosong. Menurutnya, fakta di lapangan justru memperlihatkan rakyat harus bertaruh nyawa di laut demi mendapatkan perawatan medis.

La Ode Umar Bontr juga menyinggung ironi Kabupaten Bombana yang dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, terutama nikel, namun gagal memberikan layanan dasar bagi warganya.

“Bombana ini kaya raya. Potensi alamnya luar biasa, nikelnya dikuras habis. Tapi tidak pernah ada kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya,” ujarnya.

Ia menuding kekayaan alam Bombana hanya dinikmati segelintir pihak. “Hanya dimakan investor, dimakan kekuasaan. Rakyatnya? Dibiarkan sakit, dirujuk pakai perahu seperti ini,” kata dia.

Dalam pernyataannya, La Ofe bahkan menyebut pemerintah lebih sibuk “menggasak uang rakyat” ketimbang melayani masyarakat. Ia mempertanyakan keberadaan pejabat daerah hingga pemerintah pusat.

“Mana gubernurnya? Mana menterinya? Menteri kesehatan di mana? Gubernur kerja apa? Kuras tambang saja?” ucapnya dengan nada tinggi.

Menurut Umar, kondisi pelayanan kesehatan di Bombana mencerminkan kegagalan negara dalam menjalankan amanat konstitusi.

“Hari ini para pejabat hanya berebut kekuasaan dan jabatan. Bukan mengabdi kepada rakyat, tapi mengabdi kepada uang dan harta,” katanya.

Ia mengaku berbicara sebagai wakil rakyat yang juga memiliki keluarga di Bombana. “Coba bayangkan, keluarga saya di sana. Hanya untuk akses kesehatan saja tidak ada,” ujarnya.

Olehnya itu, ia mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Menurut dia, kekayaan alam seharusnya berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat.

“Jangan hanya makan uang rakyat, jangan hanya makan nikel. Tapi pikirkan juga rakyat,” kata La Ode.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Bombana maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!