HUKUMBeritaBirokrasiInspirasiSosial

Kirain Razia, Ternyata Rezeki, Polres Bombana Bagi Helm Gratis Ke Pengendara Roda Dua

47
×

Kirain Razia, Ternyata Rezeki, Polres Bombana Bagi Helm Gratis Ke Pengendara Roda Dua

Sebarkan artikel ini

Rumbia,Infobombana.idPagi di depan Markas Kepolisian Resor Bombana, Selasa (10/2/2026), mendadak membuat sejumlah pengendara sepeda motor waswas. Laju kendaraan melambat, sebagian menepi. Banyak yang mengira razia tengah digelar.

Alih-alih buku tilang, petugas justru menyodorkan helm gratis. Senyum menggantikan ketegangan. Di depan Polres Bombana, pagi itu, razia berubah menjadi rezeki.

Kegiatan pembagian helm gratis tersebut digelar Polres Bombana bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana dan Jasa Raharja. Dimulai sekitar pukul 08.00 Wita, sasaran utama kegiatan ini adalah pengendara sepeda motor yang belum menggunakan helm layak atau berstandar SNI.

Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., hadir langsung memimpin kegiatan. Ia didampingi Wakapolres Bombana serta jajaran Satlantas, bersama petugas Dishub dan Jasa Raharja yang turun langsung ke jalan, menyapa pengendara satu per satu.

Menurut AKBP Eko Sutomo, kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan preventif dan humanis kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Kami ingin masyarakat melihat polisi tidak hanya saat penindakan. Keselamatan di jalan harus dibangun dengan kesadaran. Helm ini sederhana, tapi bisa menyelamatkan nyawa,” ujar AKBP Eko di sela kegiatan.

Adapun jenis helm yang dibagikan adalah helm Bogo beritaerstandar SNI. Helm ini dikenal sebagai helm setengah wajah (half face) yang ringan dan praktis digunakan untuk mobilitas harian. Helm Bogo yang dibagikan telah memenuhi standar SNI, dilengkapi busa peredam benturan, tali pengunci kuat, serta cangkang keras yang berfungsi melindungi kepala dari benturan langsung, khususnya pada kecepatan rendah hingga menengah.

Selain membagikan helm, petugas juga memberikan edukasi singkat kepada pengendara. Mulai dari pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, hingga risiko fatal kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian di jalan raya.

Data kecelakaan lalu lintas di Bombana yang masih didominasi pengendara sepeda motor menjadi latar belakang kegiatan tersebut. Tingginya mobilitas warga, terutama di jam-jam sibuk pagi hari, dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih persuasif dan kolaboratif.

Kepala Jasa Raharja Samsat Bombana bersama perwakilan Dinas Perhubungan menilai sinergi lintas instansi seperti ini penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas, tanpa harus selalu mengedepankan sanksi.

Aksi pembagian helm ini sekaligus menjadi penegasan bahwa keselamatan tidak selalu harus disampaikan dengan sirene dan peluit. Di Bombana pagi itu, pesan keselamatan hadir lewat cara sederhana: sapaan ramah, helm gratis, dan kesadaran bersama bahwa satu perlengkapan kecil bisa menjadi pembatas tipis antara selamat dan celaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!