Rumbia, Infobombana.id – Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari A. Sumangerukka, melaksanakan kunjungan kerja dengan meninjau pelaksanaan Posyandu Bintang di Desa Terapung, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Selasa (10/2/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Staf Ahli TP-PKK Provinsi Sulawesi Tenggara Ny. Ratna Lada Hugua, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana Ny. Hj. Fatmawati Kasim Marewa, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. Syahrun, M.P.W.K., serta jajaran.
Kehadiran rombongan disambut oleh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.
Desa Terapung yang berada di wilayah pesisir menjadi potret nyata bagaimana pelayanan dasar tetap berjalan di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis.
Di Posyandu Bintang, para kader menjalankan peran sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari penimbangan balita, pemantauan tumbuh kembang, hingga penyuluhan gizi dan kesehatan lingkungan.
Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana Ny. Hj. Fatmawati Kasim Marewa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia menyebut kehadiran tersebut menjadi penyemangat bagi para kader PKK dan Posyandu yang selama ini menjalankan tugas dengan penuh dedikasi di tengah berbagai tantangan, termasuk kondisi akses jalan di beberapa wilayah.

Kunjungan ini tidak sekadar seremoni. Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tenggara Ny. Arinta Nila Hapsari A. Sumangerukka menegaskan adanya transformasi pendekatan dalam tata kelola Posyandu. Ia menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mensosialisasikan Posyandu dengan konsep baru yang telah mengacu pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Ini sudah ada aturannya dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu yang mewajibkan seluruh Posyandu di Indonesia melaksanakan enam standar pelayanan minimum,” ujarnya.
Enam SPM tersebut menjadi kerangka integratif yang memperluas fungsi Posyandu, tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup layanan dasar lain yang bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Dengan pendekatan ini, Posyandu diharapkan bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu berbasis komunitas yang responsif terhadap kebutuhan warga.

Sebagai bentuk dukungan konkret, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan berupa bantuan kesehatan, bantuan sumur bor, dan bantuan jamban sehat. Bantuan ini diarahkan untuk memperkuat aspek kesehatan lingkungan dan akses air bersih, yang menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting dan penyakit berbasis lingkungan.
Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan sinergi antara TP-PKK Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah dengan karakter geografis yang menantang seperti Desa Terapung.














