HeadlineSosial

Balita 2 Tahun Selamat dari Tenggelamnya KM Cahaya Intan Celebes di Teluk Bone

16
×

Balita 2 Tahun Selamat dari Tenggelamnya KM Cahaya Intan Celebes di Teluk Bone

Sebarkan artikel ini

Poleang, Infobombana.id – Perairan Teluk Bone kembali menjadi saksi rapuhnya keselamatan pelayaran rakyat. Sabtu (14/2/2026 sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, kapal penumpang KM Cahaya Intan Celebes rute Bajoe–Boepinang dilaporkan tenggelam setelah mengalami kebocoran lambung di tengah cuaca ekstrem. Di antara 13 penumpang yang dievakuasi, terdapat seorang balita berusia dua tahun yang ikut terombang-ambing sebelum akhirnya diselamatkan.

Kapal berbobot 44 GT itu bertolak dari Pelabuhan Bajoe sekitar pukul 24.00 Wita. Selain tujuh awak kapal, kapal mengangkut muatan campuran: empat unit sepeda motor, sekitar 5 ton barang campuran, 4 ton gabus ayam, 5 ton pakan dan jagung, serta 3 ton telur. Muatan padat yang berpadu dengan gelombang tinggi diduga mempercepat situasi darurat di laut lepas.

Sekitar pukul 06.00 Wita, lambung kapal dilaporkan bocor dan air masuk deras ke badan kapal. Awak kapal mengerahkan empat mesin alkon untuk memompa air, namun debit air tak terkendali. Dalam kondisi genting, nahkoda mengarahkan kapal mendekati kapal nelayan (gae) yang melintas dan sedang mencari ikan.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Penumpang dipindahkan satu per satu ke kapal nelayan. Balita dua tahun bernama Ahmad Ibrahim menjadi salah satu yang lebih dulu diangkat. Selain balita tersebut, seorang anak perempuan berusia tujuh tahun bernama Sarina juga berada di antara penumpang yang dievakuasi. Keduanya dilaporkan dalam kondisi selamat.

Sejumlah saksi menyebutkan Ahmad Ibrahim berada dalam dekapan keluarganya ketika kapal mulai miring, sementara Sarina dievakuasi bersama penumpang lain dalam proses pemindahan yang berlangsung bertahap. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

Sekitar pukul 09.30 Wita, kapal nelayan yang membawa seluruh penumpang meninggalkan lokasi. KM Cahaya Intan Celebes perlahan tenggelam dan tak lagi terlihat di permukaan. Pukul 12.00 Wita, seluruh penumpang tiba di Pelabuhan Boepinang dan langsung dibawa ke Puskesmas Poleang untuk pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan keterangan resmi Humas Polres Bombana, insiden ini dikategorikan sebagai kecelakaan laut akibat kombinasi cuaca ekstrem dan kebocoran lambung kapal. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Proses evakuasi berlangsung dengan bantuan kapal nelayan yang kebetulan melintas di lokasi. Seluruh penumpang berjumlah 13 orang telah diperiksa kesehatannya di Puskesmas Poleang dan tidak terdapat korban jiwa,” demikian keterangan resmi yang diterima redaksi.

Polres Bombana mencatat kapal sempat mengalami kondisi darurat berupa masuknya air secara cepat ke lambung. Upaya penyedotan menggunakan empat mesin alkon tidak mampu menahan laju genangan hingga kapal akhirnya tenggelam.

Berikut daftar penumpang berdasarkan manifes yang dirilis Humas Polres Bombana: Jamaluddin (51), Nur Rahma (18), Nur Daskira (18), Ahmad Ibrahim (2), Harnida (24), Hj. Bungadiah (55), Indo Uleng (39), Sarina (7), Amran (45), Darwiah (42), Tiara (18), Seddi (17), dan Ardi (41). Selain itu, terdapat tujuh awak kapal yakni Mansur (nahkoda), Ahmad S (KKM), Idris, Ansar, Hendra, Sabar, dan Jasman.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti tenggelamnya kapal. Dugaan awal mengarah pada cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, serta kemungkinan faktor teknis seperti kerusakan struktur lambung atau beban muatan.

Di samping itu, identitas orang tua kedua anak tersebut masih dalam pendalaman. Berdasarkan data alamat pada manifes, beberapa penumpang tercatat berasal dari desa yang sama dengan Ahmad Ibrahim, yakni Desa Kading, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Namun redaksi memilih untuk tidak berspekulasi mengenai hubungan kekerabatan sebelum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga maupun kepolisian.

Kedua anak itu kini dalam kondisi stabil. Di balik keselamatan seluruh penumpang, tenggelamnya KM Cahaya Intan Celebes kembali menjadi alarm bagi pengawasan kelaikan kapal penumpang lintas antarpulau, jalur tradisional yang kerap memadukan penumpang dan logistik dalam satu pelayaran panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!