
Rumbia, Infobombana.id – Baru tiga hari menjabat sebagai Kapolres Bombana, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wisnu Hadi langsung dihadapkan pada tantangan berat. Gelombang kasus narkotika perlahan datang mengetuk pintunya, seolah menguji ketangguhan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Timur tersebut.
Berbeda dari pola biasanya, di mana pergantian pimpinan sering diiringi dengan penurunan sementara aktivitas kejahatan, namun para pelaku justru bergerak agresif. Tantangan ini menjadi ujian awal bagi AKBP Wisnu Hadi dalam menegakkan hukum di Bumi Wonua Bombana, yang cukup dikenal dengan tingginya angka kejahatan, terutama narkotika.
Kasus narkotika bahkan tercatat sebagai salah satu tindak kriminal yang cukup mendominasi wilayah ini setelah kasus penganiayaan dan Lakalantas. Data akhir tahun 2024 menunjukkan tingginya angka peredaran narkotika, menjadi perhatian utama Polres Bombana. Di awal 2025, ancaman ini kembali muncul, dan jika tidak ditindak secara tegas, maka dikhawatirkan akan semakin merajalela.
Anehnya, baru saja tiga hari setelah menjabat dan menggantikan AKBP Rony Syahendra, AKBP Wisnu Hadi disambut dengan pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sabu di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, pada 12 Januari lalu. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bombana, AKP Muhammad Arman.
Tidak berhenti di situ, seminggu kemudian, pada 18 Januari 2025, Satresnarkoba kembali menangkap dua pengedar narkotika. Kedua terduga pelaku ini diketahui berasal dari Kabupaten Kolaka Utara. Hal ini menunjukkan adanya jaringan lintas wilayah dalam peredaran barang haram tersebut.
Dalam dua operasi, Polisi berhasil menyita total 17,74 gram narkotika. Dimana, penangkapan pertama dilakukan pada 12 Januari dengan menyita 4,86 gram. Sementara pengungkapan kedua pada 18 Januari, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di dua lokasi dengan total 12,88 gram. Adapun rinciannya, yaitu 6,42 gram di lokasi pertama, dan 6,46 di lokasi kedua.
Jumlah ini pula menjadi sinyal kuat bahwa Polres Bombana harus bekerja ekstra untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di daerahnya.
Kasus Narkotika seolah menjadi tantangan besar bagi AKBP Wisnu Hadi dalam memulai kepemimpinannya di Bombana. Ketegasan dan strategi yang diterapkannya akan menentukan seberapa kuat institusi ini dalam menghadapi gelombang kejahatan di masa mendatang.
Dengan pengalaman dan rekam jejaknya yang mumpuni, masyarakat Bombana menaruh harapan besar kepada Kapolres baru ini untuk menekan angka kriminalitas, khususnya kasus narkotika yang telah menjadi momok di daerah tersebut.
Sementara itu, Kasatresnarkoba juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba. Ia mengimbau warga untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar demi melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
“Peran masyarakat sangat penting dalam pemberantasan narkoba. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.