
Kendari, Infobombana.id – Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pasar murah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 satuan tersebut, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah dinamika harga pasar.
Pasar murah tersebut dibuka oleh Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Muh. Alwi, yang mewakili Komandan Satuan Brimob Polda Sultra Kombes Pol Agus Setyawan.
Dalam keterangannya, Kompol Alwi mengatakan kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial yang diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Selain memperingati HUT ke-13 Batalyon A Pelopor, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Alwi.
Berbagai komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, seperti beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, dan telur. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar, sehingga menarik minat masyarakat untuk datang dan berbelanja.
Pelaksanaan pasar murah ini turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra, Kantor Wilayah Perum Bulog, serta distributor bahan pokok. Kolaborasi ini dinilai penting dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga di tingkat konsumen.
Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme terlihat dari antrean panjang masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah.
Salah seorang warga, Maryati, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurut dia, selisih harga yang cukup signifikan membuat pengeluaran rumah tangga bisa lebih ditekan.
“Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar. Ini sangat membantu kami,” ujar Maryati.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, terutama pada momen-momen tertentu ketika harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.
Kegiatan pasar murah ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi negara dan warga.














