BirokrasiPendidikanSosial

Bombana Jadi Laboratorium Sosial, 610 Mahasiswa UHO Didorong Hadirkan Dampak Nyata

11
×

Bombana Jadi Laboratorium Sosial, 610 Mahasiswa UHO Didorong Hadirkan Dampak Nyata

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Kabupaten Bombana kembali menjadi ruang belajar terbuka. Bukan ruang kuliah dengan bangku dan papan tulis, melainkan pembelajaran di desa-desa, pesisir, ladang, dan komunitas warga. Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menerima 610 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026 dari Universitas Halu Oleo (UHO), di Aula Kantor Bupati Bombana, Senin (2/2/2026),

Penerimaan itu menandai dimulainya fase pengabdian: saat teori diuji oleh realitas, dan idealisme mahasiswa bertemu langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ratusan mahasiswa tersebut akan tersebar di berbagai wilayah Bombana, membawa misi kecil yang diharapkan berbuah perubahan nyata.

Mewakili Bupati Bombana, Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, M.P.W.K., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

Menurutnya, Bombana membutuhkan gagasan segar, pendekatan inovatif, dan energi muda untuk memperkuat sektor-sektor strategis, mulai dari pertanian, perikanan, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat dan penguatan kapasitas masyarakat pesisir.

“Mahasiswa kami harapkan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa nilai tambah melalui edukasi, pendampingan, teknologi tepat guna, literasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Ir. Syahrun.

Dari sisi kampus, Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, Dr. Herman, S.H., LL.M., menekankan bahwa KKN Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026 dirancang tidak berhenti pada laporan akhir. Program ini mengusung tema “Keberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan”, yang secara konseptual selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kami ingin KKN ini meninggalkan jejak, bukan sekadar kenangan. Dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan menjadi ukuran keberhasilannya,” kata Dr. Herman.

Ia menambahkan, mahasiswa dituntut keluar dari zona nyaman akademik. Mereka tidak hanya diminta menerapkan ilmu sesuai disiplin masing-masing, tetapi juga membaca konteks sosial, membangun komunikasi dengan warga, dan menghasilkan solusi yang relevan.

Universitas Halu Oleo, lanjutnya, akan melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa setiap program KKN benar-benar memberi manfaat dan tidak berhenti sebagai formalitas pengabdian.

Dengan penerimaan 610 mahasiswa ini, Bombana dan Universitas Halu Oleo kembali merajut kerja sama yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Di titik inilah KKN tidak lagi dipahami sebagai kewajiban kurikuler semata, melainkan sebagai proses belajar bersama, antara kampus, pemerintah, dan masyarakat, untuk membangun keberlanjutan dari akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!