Rumbia, infobombana.id – Kabupaten Bombana kini resmi memiliki Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bio Safety Level Dua (BSL-2). Hal itu dibuktikan setelah gedung canggih ini diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, di Kompleks Kantor Dinas Kesehatan, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Sabtu (15/2/2025).
Peresmian gedung Labkesda BSL-2 tersebut menjadi simbol bahwa Kabupaten Bombana telah mencatatkan sejarah baru sebagai daerah kedua yang memiliki gedung laboratorium kesehatan setelah Kabupaten Kolaka Utara di lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peresmian ini juga dirangkaikan dengan Launching Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) serta Launching Program Cek Kesehatan Gratis, yang menandai komitmen pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan akses layanan kesehatan maksimal bagi masyarakat di daerah ini.
Acara yang berlangsung di kompleks Gedung Labkesda Bombana ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan Sultra, jajaran tenaga medis, jajaran Forkopimda, serta masyarakat setempat.
Pada kesempatan itu, Pj. Bupati Bombana menyampaikan bahwa keberadaan Labkesda BSL-2 menjadi langkah maju dalam sistem kesehatan di Sultra, khususnya di Kabupaten Bombana.
“Pada hari ini, kita resmikan gedung laboratorium dan launching dua layanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, saya sangat berharap mudah-mudahan dengan adanya fasilitas ini, masyarakat Bombana dapat memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik,” ujar Pj. Bupati seusai meresmikan gedung laboratorium tersebut.
Menurutnya, dengan adanya laboratorium ini, pihak medis dapat dengan mudah mendeteksi penyakit menular dengan lebih cepat dan akurat, sehingga respons terhadap wabah menjadi lebih efektif.
“Yang patut dibanggakan, karena ruang laboratorium seperti ini baru ada dua di Sultra, satunya di Kolaka Utara, dan Alhamdulillah Bombana juga sudah punya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin, menyampaikan bahwa Gedung Labkesda BSL-2 Bombana merupakan laboratorium kesehatan pertama di Sultra yang memiliki standar keamanan tinggi. Pembangunan laboratorium serupa di tingkat provinsi dan Kabupaten Kolaka Utara baru dilakukan pada tahun 2024.
“Laboratorium ini nantinya akan melayani pemeriksaan berbagai penyakit menular seperti TBC, COVID-19, hepatitis, dan penyakit akibat zoonosis,” kata Darwin.
Selain itu, lanjut Darwin, Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) yang diluncurkan saat ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu. Dengan sistem ILP, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan promosi kesehatan yang lebih terintegrasi.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, pemerintah juga meresmikan Program Cek Kesehatan Gratis yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, skrining gula darah dan kolesterol, konsultasi gizi, serta deteksi dini penyakit tidak menular. Program ini akan tersedia di Puskesmas, klinik, dan laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Bombana.
“Program ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Bombana tanpa terkecuali,” ujar Darwin.
Dari sektor anggaran pembangunan Labkesda ini, Darwin menyebutkan bahwa Gedung Labkesda BSL-2 dibangun dengan menelan anggaran sekitar Rp 3 miliar, dengan rincian sebagai berikut:
- Pembangunan gedung: Rp 1,55 miliar
- Pengadaan ruang BSL-2: Rp 1,3 miliar
- Perencanaan dan pengawasan: Rp 150 juta
Ia menambahkan bahwa dengan investasi ini, Bombana tidak hanya memiliki laboratorium modern, tetapi juga semakin siap dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. Melalui peresmian ini, Pemkab Bombana pula berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat rujukan laboratorium kesehatan di Sultra.
Peresmian ini pun menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bombana dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan terjangkau. Dengan adanya fasilitas modern dan program kesehatan gratis, masyarakat Bombana diharapkan lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah penyakit sejak dini.