
Rumbia, Infobombana.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana mengimbau seluruh pemilik kapal dan nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
Kepala BPBD Bombana, Drs. Hasdin Ratta , M. Si menegaskan, pihaknya secara rutin berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh pembaruan data cuaca terkini. Informasi tersebut diperbarui setiap jam, mulai pukul 00.00 hingga 24.00 Wita, meliputi potensi hujan lebat, angin kencang, tinggi gelombang, hingga pasang surut air laut di seluruh wilayah perairan Bombana.
“Setiap hari kami menerima update kondisi cuaca, bahkan bisa lima sampai enam kali dalam sehari. Informasi ini menjadi dasar bagi masyarakat sebelum beraktivitas, khususnya di laut,” ujarnya, Rabu (26/2/2026).
Ia menekankan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemilik kapal diminta memastikan kondisi armada benar-benar layak dan memenuhi standar keselamatan sebelum berangkat.
“Pastikan moda transportasi yang digunakan aman dan safety. Saat ini kita masih berada pada musim penghujan yang identik dengan hujan lebat, potensi angin kencang, arus kuat, dan gelombang tinggi. Diperlukan kehati-hatian ekstra,” pintanya.
BPBD juga mengingatkan agar pemilik kapal aktif memantau informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah, serta tidak memaksakan pelayaran jika kondisi cuaca dinilai berisiko.
Imbauan kewaspadaan ini disampaikan menyusul insiden kapal tenggelam di perairan Sikeli menuju Pelabuhan Paria, Kecamatan Poleang Tengah beberapa hari lalu. Informasi awal diterima BPBD dari ajudan Bupati Bombana terkait kapal KLM Setia Kawan yang membawa enam ABK dan muatan tabung gas kosong.
Sekitar pukul 10.00 Wita, salah satu ABK sempat melapor dari Kelurahan Sikeli, Kabaena Barat, bahwa kapal mengalami kebocoran. Upaya membuang air sudah dilakukan, namun gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal perlahan tenggelam.
“Awalnya handphone salah satu ABK masih aktif, tetapi tidak lama kemudian tidak ada lagi respon. Kami sempat khawatir,” ungkap Hasdin Ratta.
BPBD langsung berkoordinasi dengan camat, pemerintah desa, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC), serta meminta nelayan bersiaga. Koordinasi juga dilakukan dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang bergerak ke lokasi.n
Dari hasil pencarian, enam ABK ditemukan selamat oleh nelayan dan warga Desa Baliara Selatan di sekitar ujung Pising.
“Alhamdulillah enam ABK selamat semua. Itu yang paling utama bagi kami, menyelamatkan manusia,” katanya.
Kapal dilaporkan bocor dan tenggelam, sementara data pasti jumlah muatan belum diperoleh. BPBD mengapresiasi solidaritas nelayan dan warga.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah perairan Bombana. BPBD kembali menegaskan agar seluruh pemilik kapal tidak mengabaikan informasi cuaca demi mencegah kejadian serupa terulang.














