Rumbia,Infobombana.id – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M. Si meresmikan pembangunan los ikan di Pasar Tadoha Mapaccing, Desa Tapuahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Rabu (18/2/2026).
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menata pusat perdagangan sekaligus mengakhiri praktik jual beli di lokasi yang dinilai mengganggu ketertiban dan estetika kota, utamanya bagi oenjual ikan dan sayuran.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bombana yang kemudian diserahkan kepada Kepala Pasar. Dalam kesempatan itu, Bupati juga berdialog langsung dengan para pedagang, bahkan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka untuk menempati fasilitas yang telah disediakan pemerintah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S. Pd., M. Si, Ketua TP-PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, Penjabat Sekretaris Daerah Bombana Ir. Syahrun, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Bombana Rusman Idja, Camat Rumbia Tengah Yusuf Alison, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah, lurah, kepala desa, dan para pedagang.
Dalam sambutannya, Bupati Bombana menegaskan bahwa pembangunan los ikan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas yang layak bagi pedagang.
“Apa yang kita saksikan sore hari ini adalah wujud dari sebuah janji. Los pasar ini telah berdiri, menjadi bukti bahwa janji itu bukan sekadar kata, tetapi telah diwujudkan dalam bentuk nyata,” ujar Bupati Bombana.
Ia mengakui, belum seluruh pedagang dapat langsung menempati fasilitas baru tersebut. Namun, menurutnya, kehadiran los ikan menjadi langkah awal penting dalam menciptakan sistem perdagangan yang lebih tertib dan terpusat.
Bupati juga menegaskan bahwa Pasar Tadoha Mapaccing merupakan satu-satunya pusat aktivitas perdagangan di wilayah Rumbia dan Rumbia Tengah. Karena itu, ia meminta seluruh pedagang, khususnya penjual ikan, untuk segera meninggalkan lokasi berjualan di trotoar, badan jalan, kawasan ruang terbuka hijau, maupun pesisir pantai.
“Saya tidak ingin lagi ada pedagang yang berjualan di luar pasar. Ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi demi kepentingan kita bersama,” tegasnya.
Menurut dia, pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang menjadi wajah daerah. Karena itu, penataan pasar dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman.
“Wajah sebuah kota tercermin dari ruang publiknya. Jika ruang tamunya semrawut, maka kesan terhadap daerah itu juga akan buruk. Kita ingin Rumbia dan Rumbia Tengah menjadi ruang yang membanggakan,” kata Bupati.
Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup memastikan kebersihan pasar tetap terjaga, sekaligus mengajak pedagang untuk memiliki kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan.
Bupati juga menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perindagkop, serta camat, lurah, dan kepala desa untuk memastikan kebijakan penataan pasar berjalan konsisten. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah menjaga kebersihan dan keteraturan ruang publik, termasuk pasar tradisional.
Bupati Burhaniddin berharap, dengan adanya los ikan yang baru, Pasar Tadoha Mapaccing dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang lebih hidup, tertata, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pasar ini adalah milik kita bersama. Jika kita jaga dan kelola dengan baik, saya yakin pasar ini akan menjadi ruang yang menghadirkan kesejahteraan sekaligus kenyamanan bagi masyarakat Bombana,” ujar Bupati Bombana.

Di sisi lain, para pedagang menyambut positif peresmian los ikan tersebut. Salah seorang pedagang ikan yang tak mau disebutkan namanya mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi mereka.
Ia menilai Pemerintah Kabupaten Bombana cukup peduli terhadap keberadaan para pedagang di pasar itu. Selama ini, menurut dia, tidak sedikit pedagang yang mengeluhkan kondisi tempat berjualan yang kurang nyaman, terutama saat hujan maupun ketika cuaca terik.
Menurutnya, fasilitas baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pembeli sekaligus mendongkrak pendapatan pedagang.
“Terimakasih pak Bupati, dengan adanya los ini, kami benar-benar bisa menjual di tempat yang cukup nyaman dan bersih. Kami merasa lebih dihargai karena pemerintah memperhatikan kebutuhan pedagang,” ungkap pedagang tersebut dan aura cukup bahagia.















