Rumbia, Infobombana.id – Pergantian kepemimpinan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bombana membuka babak baru bagi arah pembinaan olahraga di daerah itu. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M. Si, kini memikul tanggung jawab tambahan setelah dikukuhkan sebagai Ketua KONI Bombana masa bakti 2025–2029. Pengukuhan tersebut berlangsung di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Minggu (15/2/2026).
Momentum ini bukan hanya menjadi ajang seremoni administratif, melainkan penanda konsolidasi kekuatan olahraga daerah menjelang agenda kompetisi tingkat provinsi yang semakin dekat.
Di hadapan ratusan pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari atlet, birokrat, hingga tokoh masyarakat, Wakil Ketua KONI Sulawesi Tenggara, Pahriyamsul, menegaskan keyakinannya terhadap kepemimpinan baru di Bombana.
“Saya kira kebetulan saya mewakili Bapak Ketua Umum KONI Sultra, Pak Dwi Adi Aksa, untuk melakukan pelantikan KONI Bombana. Saya kira ini merupakan momen yang sangat baik untuk pengembangan olahraga di Sultra dan kami sangat yakin Bupati Bombana yang juga mantan atlet dan sekarang masih berjiwa sportif ini, akan mampu mengangkat Bombana sejajar dan bahkan melebihi kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Pahriyamsul.

Ia menambahkan, Bombana bukan wilayah baru dalam peta prestasi olahraga Sulawesi Tenggara. Daerah ini, menurut dia, telah lama dikenal sebagai salah satu lumbung atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Bombana merupakan salah satu penghasil atlet baik itu yang di tingkat nasional,” ujarnya.
Namun di balik rasa optimis itu, tantangan yang menanti tidak ringan. Pembinaan olahraga daerah kerap menghadapi kendala klasik, antara lain sosl keterbatasan anggaran, fasilitas latihan yang belum merata, serta kesinambungan program pembinaan usia dini.
Bupati Burhanuddin, yang kini memimpin organisasi olahraga tersebut, menyadari betul ekspektasi yang mengiringi kepengurusannya. Ia menegaskan komitmen kuatnya untuk memperkuat struktur pembinaan atlet dan menjadikan Bombana sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga di Sulawesi Tenggara.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi sebagai fondasi utama untuk mencapai target prestasi. Dengan komposisi pengurus baru, Burhanuddin berharap KONI Bombana mampu membangun kerja kolektif yang terarah dan berkelanjutan.
Agenda terdekat yang menjadi fokus adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026. Ajang itu dipandang sebagai ujian awal kepengurusan baru sekaligus barometer kesiapan Bombana dalam mempertahankan tradisi prestasi.
Penunjukan seorang kepala daerah sebagai ketua KONI bukan hal baru dalam lanskap olahraga Indonesia. Namun keberhasilan tidak semata ditentukan oleh posisi, melainkan oleh konsistensi dalam membangun sistem pembinaan.
Kini, Bombana memasuki fase penting. Harapan telah diucapkan, struktur telah dibentuk, dan target telah ditetapkan. Yang tersisa adalah kerja panjang, disiplin, dan berkelanjutan, yang kelak akan menentukan apakah optimis itu akan berbuah prestasi, atau sekadar menjadi catatan dalam arsip seremoni olahraga daerah.
Sebelumnya, pada periode terdahulu KONI Bombana dinakhodai Arsyad, yang memimpin organisasi itu sejak menjabat Ketua DPRD Bombana periode 2019-2024. Di bawah kepemimpinannya, pembinaan olahraga di daerah ini menunjukkan ritme yang cukup konsisten. Sejumlah cabang olahraga tak hanya aktif menggelar kejuaraan internal, tetapi juga mampu menempatkan atletnya bersaing di level provinsi. Pada beberapa edisi Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara, kontingen Bombana tercatat kerap menjadi kuda hitam, mengungguli target medali di sejumlah nomor unggulan.
Namun dinamika organisasi tak berhenti pada capaian prestasi. Memasuki pertengahan 2025, KONI Bombana kembali dihadapkan pada agenda suksesi kepemimpinan. Proses penjaringan calon ketua sempat menghadirkan kontestasi antara Burhanuddin dan Iskandar, yang kini menjabat Ketua DPRD Bombana prriode 2024-2029. Persaingan itu semula diperkirakan berlangsung terbuka dan kompetitif, mengingat keduanya memiliki basis dukungan masing-masing di internal cabang olahraga.
Akan tetapi, di tengah tahapan seleksi, Iskandar memilih mundur dari pencalonan. Keputusan tersebut mengubah arah dinamika musyawarah. Tanpa rival, forum akhirnya menetapkan Burhanuddin secara aklamasi sebagai Ketua KONI Kabupaten Bombana.
Penetapan secara aklamasi itu memang mengakhiri proses politik organisasi dengan relatif mulus. Namun di sisi lain, legitimasi tanpa kompetisi juga membawa konsekuensi: ekspektasi publik yang lebih besar terhadap kinerja. Burhanuddin kini tidak hanya mewarisi capaian periode sebelumnya, tetapi juga beban menjaga bahkan melampaui standar prestasi yang telah dibangun.














