
Rumbia, infobombana.id – Malam itu, Masjid Agung Nurul Iman di Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, bercahaya lebih terang dari biasanya. Tak hanya tampak dari gemerlap lampu-lampu yang menerangi kubah dan mihrabnya, namun dari suasana batin yang menghangatkan setiap hati yang hadir.
Pada Minggu (16/3/2025), ratusan jamaah berkumpul dalam rangka merayakan peringatan Nuzulul Quran. Sebuah momentum yang cukup menyerap makna terdalam dari kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan di bulan penuh berkah.
Di tengah barisan saf-saf jamaah, Para pemimpin daerah terlihat di barisan depan. Ada Ketua DPRD Bombana Iskandar, SP, ada juga Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, serta jajaran Forkopimda, Kodim 1431 Bombana, dan tak mau ketinggalan juga hadir Polres Bombana.
Namun, malam itu, perbedaan jabatan dan status seolah melebur dalam satu barisan saf. Semua datang dengan hati yang sama, yakni ingin menghidupkan kembali nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sosial.
Saat Wabup) Ahmad Yani berdiri di mimbar, suasana berubah sunyi seketika. Suaranya mengalun tenang, dan setiap kata yang terucap terdengar cukup sarat dengan makna.
“Tidak ada yang mampu membantu kita, meskipun diri sendiri, di akhirat nanti kecuali amal perbuatan selama di dunia. Seluruh anggota tubuh akan bersaksi perihal apa saja yang telah kita lakukan.” tegas Ahmad Yani.
Mata-mata jamaah memancarkan perenungan. Malam itu, ayat-ayat suci bukan saja melantun indah, namun begitu menyusup hingga ke palung hati.
Tak hanya berbicara tentang kehidupan akhirat, Ahmad Yani juga menyeru akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun daerah. Ia menatap ke arah masjid yang menaunginya, lalu dengan suara penuh keyakinan ia menyerukan tentang betapa indahnya ketika masjid megah itu selalu ramai jamaah, ternasuk pembangunannya yang mesti terus ditingkatkan.
“Masjid Raya Kasipute sebagai ikon ibu kota seharusnya lebih megah dibanding masjid-masjid lainnya di Bombana. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama.” ujarnya.
Ada gaung semangat dalam kata-katanya, seakan bukan sekadar janji, melainkan panggilan untuk sebuah gerakan. Ia berkomitmen, Masjid Raya tersebut akan dibangun lebih baik lagi. Sehingga menjadi simbol yang tak hanya megah dalam bentuk, tetapi juga dalam ruh persatuan dan kebangkitan spiritual Bombana.