HUKUM

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Rarowatu dan Warga Desa Lamuru Panen 5 Ton Jagung

7
×

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Rarowatu dan Warga Desa Lamuru Panen 5 Ton Jagung

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Polsek Rarowatu bersama masyarakat Desa Lamuru, Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, melaksanakan panen jagung perdana kuartal I tahun 2026, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini merupakan bagian dari program pemanfaatan lahan tidur untuk mewujudkan swasembada pangan melalui sinergi antara Polri, Dinas Pertanian, dan Bulog.

Dalam panen raya tersebut, tercatat sedikitnya 5 ton jagung berhasil dikumpulkan dari lahan yang sebelumnya kurang produktif. Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat kepada para petani.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lamuru, Haris, didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Hermanto, serta para warga petani jagung setempat.

“Program ini menargetkan pemanfaatan lahan tidur guna memperkuat cadangan pangan nasional. Ini adalah bentuk nyata sinergi di lapangan,” ujar Aiptu Hermanto di sela-sela kegiatan panen.

Salah satu aspek krusial dalam panen kali ini adalah jaminan serapan hasil produksi. Polsek Rarowatu turut memfasilitasi komunikasi agar hasil panen petani Desa Lamuru dapat segera diserap oleh Bulog Kabupaten Bombana.

Berdasarkan komitmen yang telah disepakati, Bulog diharapkan menyerap hasil panen tersebut dengan harga Rp 6.000 per kilogram. Kepastian harga ini menjadi angin segar bagi petani untuk menjaga stabilitas ekonomi di tingkat produsen.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut, sehingga petani tidak lagi khawatir mengenai ke mana hasil panen akan dijual dan stabilitas harganya tetap terjaga,” ungkap Kepala Desa Lamuru, Haris.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bombana dalam mengoptimalkan lahan kosong menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomis tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!