Kendari, infobombana.id – Udara sore di hari kedua Ramadhan terasa sejuk, meski Kota Kendari perlahan diselimuti hiruk-pikuk menjelang waktu berbuka. Di sudut-sudut jalan, aroma kudapan khas Ramadhan menguar dari gerobak-gerobak sederhana milik para pelaku UMKM. Namun, ada yang berbeda sore itu, satu per satu dagangan mereka ludes diborong oleh rombongan relawan berseragam khas Dompet Dhuafa Sulawesi Tenggara.
Inilah gaung kebaikan dari program “Borong Dagangan UMKM”, sebuah tradisi yang terus digulirkan Dompet Dhuafa Sultra setiap Ramadhan. Lebih dari sekadar membeli dagangan, program ini menjadi jembatan bagi dua pihak: pelaku UMKM yang berjuang mencari nafkah dan masyarakat dhuafa yang menanti uluran tangan di bulan penuh berkah.
“Kami tidak hanya memborong dagangan, tapi juga membagikannya langsung kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Hasfil, Ketua Panitia Ramadhan Dompet Dhuafa Sultra, sambil menyerahkan paket makanan kepada seorang ibu paruh baya di pinggir jalan. “Semoga keberkahan Ramadhan ini tak hanya dirasakan oleh para pedagang, tapi juga masyarakat yang menerima manfaatnya.” sambungnya
Di sepanjang jalan-jalan strategis Kendari, lima pelaku UMKM hari itu menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Ada sejumlah pedagang dengan gerobak gorengan sederhananya, dan juga para ibu-ibu yang setia menjajakan kolak pisang, hingga para penjual es buah segar. Mereka tak mampu menyembunyikan senyum lega saat dagangan mereka habis seketika.
“Biasanya, dagangan baru habis setelah azan Maghrib, dan hari ini, Alhamdulillah, semua laris. Saya bisa membawa pulang uang lebih untuk anak-anak di rumah,” ujar salah seorang penjual dengan aura senyumnya.
Tak hanya bagi para pedagang, program ini juga membuahkan senyum bagi para penerima manfaat. Seorang musafir yang tengah duduk di pinggir jalan menerima sebungkus gorengan dan es buah. “Saya tidak menyangka ada yang membagikan makanan seperti ini. Terima kasih banyak,” ujarnya haru.
Hasfil menegaskan, program “Borong Dagangan UMKM” ini bukan sekadar aktivitas tahunan, melainkan wujud konkret dari semangat kolaborasi sosial. “Kami percaya, ekonomi masyarakat akan kuat jika ada gerakan bersama. Memborong dagangan mereka, artinya kita bukan hanya memberi bantuan sesaat, tetapi juga membantu roda ekonomi kecil tetap berputar.”
Dompet Dhuafa Sultra pun membuka ruang bagi masyarakat luas untuk turut serta. Caranya? Bisa dengan berdonasi atau membeli langsung dagangan UMKM di sekitar mereka. “Bulan Ramadhan bukan hanya momentum untuk menahan lapar, tapi juga tentang memberi kenyang kepada mereka yang membutuhkan,” tambah Hasfil.
Program ini akan terus bergulir sepanjang Ramadhan 1446 H, menyasar berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Harapannya, semakin banyak dagangan yang diborong, semakin banyak pula senyum yang terbit menjelang berbuka.
Menurut Hasfil, di bulan penuh ampunan ini, satu gerobak sederhana bisa menjadi ladang pahala. Satu bungkus kolak bisa menjadi sebab seseorang tersenyum. Dan satu aksi borong bisa menjadi gema kebaikan yang terus berlipat ganda.