
Rumbia, Infobombana.id – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bombana menggelar kegiatan semarak berupa parade marching band yang memukau masyarakat. Acara ini berlangsung meriah, yang dimulai dari alun-alun kota menuju halaman Kantor Kemenag setempat, dengan melibatkan ratusan pelajar madrasah se-Kabupaten Bombana, Jumat (3/1/2025).
Sejak siang menjelang sore hari, suasana penuh antusiasme sudah terasa. Parade marching band dibuka dengan penampilan spektakuler dari kelompok pelajar madrasah yang memainkan lagu-lagu kebangsaan maupun lagu daerah dengan penuh semangat. Tak hanya itu, atraksi seni musik dan barisan beraneka warna dari peserta parade menambah kesan megah pada perayaan tersebut. Atraksi marching band menjadi simbol ungkapan rasa syukur di Hari Amal Bhakti Kementerian Agama yang ke-79.
Di sepanjang jalan, langkah kaki para pemain marching band menyatu dengan detak hati warga Bombana yang menyaksikan. Seragam mereka berkilau, melambangkan persatuan dalam keberagaman. Dentuman drum seolah memanggil jiwa-jiwa untuk bersatu, sementara alunan terompet menghembuskan semangat kebersamaan.
Penonton, tua dan muda, terpaku di pinggir jalan. Anak-anak bersorak, mata mereka berbinar, terpukau oleh formasi yang rapi dan koreografi yang memukau. Para musisi muda ini ibarat sang pujangga yang tak hentinya menyusun bait-bait indah dalam harmoni, menghadirkan keajaiban yang tak terlupakan.
Parade marching band ini melambangkan dedikasi dan kerja keras yang menjadi napas Hari Amal Bhakti. Melalui nada-nada yang mengalun, tercermin pesan keikhlasan dan pengabdian, sejalan dengan tema perayaan tahun ini: “Umat Rukun, Menuju Indonesia Emas.”
Ketika parade mencapai akhir jalur, tepuk tangan dan sorak sorai membahana. Di momen itu, setiap nada, langkah, dan senyuman menjadi saksi betapa indahnya kebersamaan.
Kepala Kemenag Bombana, H. Adnan Saufi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momen untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan.
“Hari Amal Bhakti ini msnjadi pengingat bagi kita untuk terus menjunjung nilai-nilai keagamaan, keberagaman, dan semangat kebersamaan. Parade marching band ini adalah simbol bagaimana harmoni dapat tercipta di tengah keberagaman,” ujar Afnan Saufi.
Ia menyebutkan tema dari perayaan HAB ke -79 pada 3 Januari tahun 2025 ialah “Umat Rukun, Menuju Indonesia Emas”. Dijelaskan, di Tahun 2025, Kemenag secara prioritas adalah menjaga kerukunan antar umat beragama. Salah satunya melalui arahan Menteri Agama yang mengarahkan semua umat untuk mengerti tentang agamanya.
“Jadi kalau semua umat telah mengerti tentang agamanya, maka mereka tidak akan saling menyalahkan dengan agama lain. Jadi kalau kita rukun semuanya, maka Indonesia emas di tahun 2045 itu bukan lagi khayalan, tapi Insya Allah akan menjadi kenyataan,” tegasnya.
Adnan Saufi juga bilang bahwa kegiatan marching band yang dilaksanakan di HAB ke-79 adalah untuk pertama kalinya. Pihaknya memanfaatkan sumber daya yang ada untuk benar-benar menyambut hari Amal Bhakti dengan nuansa penuh kegembiraan.
“Ada marching band di sekolah-sekolah, jadi salah satu tugas kami di 2025 ini adalah meningkatkan kualitas mutu pendidikan agama dan keagamaan. Bagaimana kita mau meningkatkan itu kalau kepercayaan masyarakat itu rendah. Makanya, kami coba dengan pendekatan marching band ini, yang juga kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa ada pesan moral yang bisa dipetik, bahwa inilah madrasah, madrasah itu tidak kampungan, madrasah itu jauh lebih unggul daripada yang lain, ” cetus Adnan.
Dalam parade marching ini tambah Adnan Saufi, masih ada sejumlah sekolah tingkat Madrasah Tsanawiah (MTsN) yang belum sempat mengikuti kegiatan tersebut. Alasannya karena beberapa madrasah belum memiliki alat marching band.
“Untuk tahun ini dari 8 madrasah negeri, hanya ada 4 yang punya alat, namun di tahun-tahun berikutnya akan kami kembangkan dengan mengikutkan seluruh madrasah se-Kabupaten Bombana, termasuk madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah,” ungkapnya.
Kepala Kemenag Bombana berharap melalui pesan moral tersebut masyarakat tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya di madrasah. Sebab, madrasah itu memiliki ragam kegiatan yang sangat mendukung.