Scroll untuk baca artikel
       
HUKUMSosial

Hujan Tiga Jam, Puluhan Rumah di Poleang Bombana Tergenang Banjir

138
×

Hujan Tiga Jam, Puluhan Rumah di Poleang Bombana Tergenang Banjir

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Poleang Selatan dan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Senin (27/1/2025) dini hari, menyebabkan banjir di tiga desa.

Tercatat, sebanyak 50 rumah warga dilaporkan terendam air akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sekitar tiga jam, dari pukul 02.30 hingga 05.30 Wita.

Berdasarkan pendataan Kepolisian Resor (Polres) Bombana, 25 rumah warga di Desa Batu Putih dan dua rumah di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, terendam banjir. Selain itu, 23 rumah warga di Desa Poleondro, Kecamatan Poleang Tengah juga dilaporkan terdampak.

Tampak sejumlah anggota Polri bersama warga mengangkut material yang menyumbat gorong-gorong penyebab banjir di dua kecamatan di wilayah Poleang, FOTO ISTIMEWA

Kapolres Bombana, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wisnu Hadi, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 05.00 WITA dan mulai surut dua jam kemudian.

“Banjir disebabkan oleh gorong-gorong yang tersumbat serta sempitnya saluran air di sekitar permukiman warga, sehingga tidak mampu menampung aliran air hujan,” ungkap Kapolres melalui rilis resmi Humas Mako Polres Bombana, Selasa (28/1/2025).

AKBP Wisnu Hadi juga menyebutkan bahwa pada pukul 07.00 Wita, air telah surut, dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian material masih dalam pendataan.

Sementara itu, Kepala Satuan Intelkam Polres Bombana melaporkan sejumlah langkah cepat telah dilakukan untuk membantu warga terdampak.

Langkah-langkah tersebut antara lain melakukan pendataan rumah yang terendam, membantu warga membersihkan saluran air yang tersumbat, serta bekerja sama dengan pemerintah desa, kecamatan, dan Babinsa untuk merelokasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman.

Atas kejadian banjir tersebut, warga, TNI/Polri bekerja sama membersihkan saluran tersumbat. Masyarakat Poleang juga  mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki infrastruktur saluran air guna mencegah banjir serupa di masa mendatang. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!