HUKUM

Jelang Idul Fitri, Polda Sultra Evaluasi Pengamanan Mudik di Bombana

7
×

Jelang Idul Fitri, Polda Sultra Evaluasi Pengamanan Mudik di Bombana

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melakukan analisis dan evaluasi (anev) terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 di Kabupaten Bombana, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta fasilitas pendukung dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Tim Pengawasan Operasi (Wasops) Polda Sultra yang dipimpin Kepala Bagian Pengawasan Operasi, Komisaris Besar Polisi Achmad Fathul Ulum, melakukan peninjauan di sejumlah titik, yakni Markas Polres Bombana, Pos Pengamanan Terpadu Rumbia, serta Pos Pengamanan Lantari Jaya.

Rombongan disambut Kapolres Bombana Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Sutomo, didampingi Wakapolres Bombana Komisaris Polisi H. Basri serta Kepala Bagian Operasi Polres Bombana Ajun Komisaris Polisi Muh. Nur Sultan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.30 Wita tersebut difokuskan pada pemeriksaan sejumlah aspek penting pelaksanaan operasi. Tim Wasops mengevaluasi tiga komponen utama, yakni kelengkapan administrasi, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana pendukung operasional.

Pada aspek administrasi, tim memastikan dokumen penting seperti buku mutasi, rencana operasi, serta laporan kegiatan tersedia secara lengkap. Sementara pada aspek personel, pemeriksaan dilakukan terhadap sikap tampang, kondisi kesehatan, serta kedisiplinan anggota yang bertugas di pos pengamanan.

Selain itu, tim pengawas juga mengecek kelengkapan fasilitas penunjang, termasuk perangkat komunikasi dan perlengkapan operasional lain yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa arus mudik dan libur Idul Fitri.

Di Pos Pengamanan Terpadu Rumbia, tim Wasops meninjau langsung kesiapan personel dalam mengamankan sejumlah titik keramaian, seperti pelabuhan, tempat wisata, hingga tempat ibadah yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas menjelang dan selama hari raya.

Dalam arahannya, Achmad Fathul Ulum menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran.

“Kami ingin memastikan semua personel siap siaga. Jangan sampai ada kekurangan administrasi atau gangguan teknis yang menghambat pelayanan. Kesiapan ini mutlak untuk menjamin kenyamanan masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar personel tidak hanya bersiaga di dalam pos, tetapi aktif melakukan patroli, terutama pada malam hari. Menurutnya, patroli rutin penting untuk menciptakan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin personel hanya berdiam diri di pos. Mereka harus aktif melakukan patroli, terutama pada malam hari, agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Selain pengamanan jalur mudik, personel di lapangan juga diminta aktif memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan meninggalkan rumah untuk mudik. Warga diingatkan memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan, seperti memeriksa kompor, instalasi listrik, serta menitipkan rumah kepada tetangga atau petugas keamanan setempat.

Analisis dan evaluasi ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dalam Operasi Ketupat Anoa 2026, operasi tahunan yang digelar untuk memastikan keamanan, kelancaran arus mudik, serta kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!