
Rumbia, Infobombana.id – Hujan deras yang mengguyur Pulau Kabaena selama beberapa hari terakhir mengakibatkan jembatan di Desa E’emokolo ambruk. Dampaknya, akses jalan utama yang menghubungkan Kabaena dengan Kabaena Utara terputus total. Warga yang biasa melintasi jalur ini kini harus mencari alternatif lain yang lebih sulit dan berisiko.
Sebagai satu-satunya jalur penghubung utama, ambruknya jembatan ini membuat mobilitas masyarakat lumpuh, terutama bagi kendaraan roda empat yang tidak memiliki opsi lain. Warga yang ingin menuju Kabaena Utara, Kabaena Tengah, dan Kabaena Timur terpaksa melewati jalur pegunungan di Desa Tangkeno, yang dikenal berbahaya dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Jalan Brigon Poros Rahadopi-Teomokole Kabaena dalam Kondisi Kritis
Di media sosial, situasi ini menjadi perbincangan hangat. Sebuah unggahan di akun Facebook milik Rita Hasrita memperlihatkan kondisi jembatan yang hanya diperbaiki seadanya menggunakan batang kelapa. Beberapa pengendara nekat melintas meskipun kondisi jembatan darurat ini sangat berisiko. Warga yang melihat situasi ini pun semakin cemas, khawatir jembatan bisa roboh kembali sewaktu-waktu.
Tidak hanya itu, upaya pemuda setempat yang berinisiatif membangun jembatan darurat dari batang kelapa pun berujung kontroversi. Jembatan tersebut akhirnya dibongkar setelah ada protes dari pengguna jalan yang keberatan dengan pungutan Rp5.000 saat melintas. Akibatnya, warga kembali kehilangan akses alternatif yang sebelumnya telah mereka upayakan dengan susah payah.
Desakan kepada Pemerintah Kabupaten Bombana pun semakin menguat. Warga berharap ada tindakan cepat agar jembatan ini segera diperbaiki dan bisa kembali dilintasi dengan aman. Banyak yang khawatir jika perbaikan dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa semakin memperburuk kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses jalan ini untuk bekerja, berdagang, atau sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.