Scroll untuk baca artikel
       
BerandaHeadlineWisata

Kabaena Selatan, Keindahan yang Mempesona dalam Kirab Budaya

257
×

Kabaena Selatan, Keindahan yang Mempesona dalam Kirab Budaya

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id- Di tengah hiruk pikuk keramaian di Ibukota Kabupaten Bombana, Kabaena Selatan menorehkan kesan mendalam dalam Festival Kirab Budaya. Sebuah acara gemilang menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Bombana ke-21, yang dihelat di Eks Pelataran MTQ Ruang Terbuka Hijau, Kecamatan Rumbia Tengah, Selasa (17/12/2024).

Momentum ini betul-betul sangat disayangkan untuk dilewatkan. Sore itu, angin laut yang berhembus lembut membawa aroma kebanggaan dan semangat yang menggebu, menambah magis pada setiap langkah puluhan peserta yang melintasi jalur kirab. Dengan kostum tradisional yang memukau dan tarian yang menghentak, para peserta berantrian menonjolkan penampilan mereka dihadapan para pejabat daerah serta tetamu yang hadir menyaksikan ajang festival kirab budaya Kabupaten Bombana tahun 2024.

Uniknya, Kabaena Selatan tampak begitu beda di ajang ini. Hadirnya peserta ini mampu menarik perhatian para penonton dan berat untuk tidak mengabadikan momen kehadiran mereka. Dari radius seratus meter pun telah terlihat keunikannya. Mereka hadir dengan sejumlah penari bersama para pengiring suara. Tampak pula beberapa sosok wanita berparas elok rupawan dan bersayap, ibarat jelmaan bidadari yang turun dari khayangan membawa pesan gembira dan bahagia.

Di ajang itu, Kabaena Selatan mampu menampilkan harmoni yang mempesona ketika beratraksi dihadapan para pemuka Bombana, tepat di depan panggung utama.

Setiap gerak dan langkah mereka merupakan manifestasi dari kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warna-warna cerah yang menghiasi pakaian mereka seolah menggambarkan keindahan alam Kabaena, dari hijaunya hutan hingga birunya laut.

Sorak-sorai penonton terdengar riuh saat para penari menampilkan seni dan tradisi yang penuh makna. Irama musik tradisional yang mengiringi mereka, mengalun seperti nyanyian alam yang memanggil setiap orang untuk ikut merayakan kehidupan dan kebersamaan.

Suara gendang dan musik grambangan yang syahdu dan ritmis mengalun, meresap ke dalam jiwa setiap penonton. Alunan musik tradisional ini seolah mengajak semua untuk meresapi harmoni alam dan manusia, menyatu dalam satu tarikan nafas kebersamaan.

Tarian yang ditampilkan juga mengalir mengisyaratkan kepada kita tentang bahasa jiwa yang menyampaikan kisah masa lalu. Dari setiap hentakan kaki, dari setiap kibasan selendang, tersirat makna tentang keteguhan. Tak hanya memukau dengan keindahan visual, penari Kabaena Selatan juga mampu menyentuh hati setiap penonton dengan kedalaman maknanya.

Di tengah keramaian, terpancar senyum bangga dari setiap wajah peserta. mereka tak hanya hadir sebagai peserta, mslainkan sebagai penampil utama yang gesit mencuri perhatian.

Cuaca sore itu cukup bersahabat, mendung, dan matahari benar-benar enggan msnampakkan diri, membuat para penari makin eksotik memperagakan kebolehan mereka. Tarian yang disajikan seolah menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya, sebagai bagian tak terpisahkan dari jati diri daerah.

Festival Kirab Budaya ini menjadi bukti nyata bahwa Kabaena Selatan, dengan segala kekayaan budayanya, selalu siap untuk menampilkan yang terbaik.

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Bombana yang ke-21, mereka telah menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya adalah kekuatan yang mampu menyatukan dan mengangkat derajat Pulau Kabaena, terkhusus Kabaena Selatan.

Sebagaimana laut yang tak pernah berhenti berombak, demikian pula semangat warga Kabaena Selatan dalam merayakan dan memelihara warisan budaya Pulau Kabaena. Festival ini juga menjadi wujud dari cinta dan dedikasi mereka, sebuah puisi hidup yang terus berkisah tentang keindahan, kebersamaan, dan kekayaan budaya yang tak ternilai.

Alhasil, Kabaena Selatan tampil sebagai juara I (satu) di ajang Festival Kirab Budaya jelang HUT Bombana Tahun 2024. Mulai dari aspek penampilan hingga sabetan juara I di pihak koreografer Kabaena Selatan adalah salah satu dari sekian banyak peserta yang juga ikut tampil di ajang festival ini.

Jika dianalisa diluar kemampuan juri, yah memang pantas. Sebab, kemenangan itu boleh dikata bukan hanya prestasi belaka, tapi pertanda bahwa semangat dan cinta terhadap warisan budaya masih hidup di sanubari masyarakat Kabaena Selatan. Melalui festival ini, mereka mengirim pesan yang sangat jelas, bahwa tradisi adalah identitas yang harus dijaga dan dilestarikan.

Camat Kabaena Selatan, Syamsul Hidayat menyampaikan kebanggaannya atas kemenangan yang diraih oleh wilayahnya. Menurutnya, kemenangan ini adalah gambaran dari persatuan dan cinta terhadap budaya leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat di Pulau Kabaena.

Sementara itu, Koregrafer Festival Kirab Budaya Kabaena Selatan, Halim menjelaskan bahwa jauh sebelum menampilkan jenis tarian di ajang festival itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan observasi terkait tema yang pantas untuk dipersembahkan.

“Jadi para penari kami itu begerak dengan tema “Etnik Bombana”, dan kami berusaha untuk membuat gerakan itu tidak keluar dari etnik Bombana itu sendiri, ” terang Halim saat dikonfirmasi awak media ini.

Halim mengungkapkan, alasan mengangkat tema tersebut karena pihaknya terinspirasi dengan penampilan mereka saat di istana negara. Terinspirasi dari gerakan Tarian Lulo Alu, membuat Halim dan rekan koreografernya berkreasi menciptakan gerakan unik tanpa mengesampingkan budaya etnik Bombana, terkhusus budaya di Pulau Kabaena.

Koreografer Kirab Budaya Kabaena Selatan, Halim

Ditanya soal hadirnya sosok wanita yang mengenakan hiasan di kepala, Halim menggambarkan bahwa simbol itu menandakan tentang keberadaan ragam suku yang ada di Sulawesi Tenggara, utamanya di Kabupaten Bombana.

“Kalau kita lihat icon di kepala tadi itu artinya bahwa walapun kita berbeda-beda suku di Sultra, khususnya di Bombana, tapi kita tetap satu, ” ujarnya

Olehnya itu, Halim menitip pesan kepada seluruh koregrafer di Kabupaten Bombana untuk terus berkarya dan melakukan yang terbaik demi daerah.

“Pesan saya untuk teman-teman koreografer, jangan pernah berhenti berkarya, tetap semangat dan berbuat yang terbaik untuk Kabuoaten Bombana, terus berkarya, berkarya dan berkarya,” pungkad Halim penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!