Scroll untuk baca artikel
       
Advertoriallainnya

Kabupaten Bombana Menuju Transformasi Digital di Bidang Perikanan

21
×

Kabupaten Bombana Menuju Transformasi Digital di Bidang Perikanan

Sebarkan artikel ini
Pemkab Blmbabna melalui dinas perikanan mulai menerapkan retribusi melalui pemasangan portal di area pelabuhan PPI Kecamatan Rumbia Tengah

Rumbia, Infobombana.id- Dalam era digital yang semakin maju, Dinas Perikanan Kabupaten Bombana kini terus berkomitmen untuk mewujudkan sektor perikanan yang berkelanjutan dan sejahtera.

Instansi ini benar-benar bertekad dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam sektor perikanan di daerah itu, khususnya melalui pembangunan portal pelelangan yang rencananya akan mulai diterapkan pada tahun 2025.

Inisiatif ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam cara pelelangan ikan dilakukan, memberikan manfaat yang besar bagi nelayan, pedagang, dan konsumen di Kabupaten Bombana

Rencananya, Dinas Perikanan Bombana akan melanjutkan serta memaksimalkan portal yang telah di bangun di area Pelabuhan PPI Bombana yang terletak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Rumbia Tengah.

Kepala Dinas Perikanan Bombana, Muhammad Siarah

Portal tersebut nantinya akan meniingkatkan kenyamanan dan keamanan, termasuk pembenahan fasilitas di pelabuhan PPI. Disamping itu, penerapan portal ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)

Di tahun 2024, pihak dinas perikanan baru saja membuka portal di lokasi tersebut. Namun, di tahun 2025, instansi ini akan memperluas penerapan retribusi yang tidak hanya diterapkan melalui pos di PPI Kampung Baru, melainkan bakal di pelabuhan perikanan lainnya seperti di Kabaena dan eilayah Poleang.

Kepala Dinas Perikanan Bombana, Muhammad Siarah melalui Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya, Mansur Sigia menyampaikan, penerapan retribusi PAD dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Ragam aslek itu mencakup kajian akademis dan lainnya, begitupula dengan keberlanjutan usaha para nelayan dan juga pelaku usaha perikanan.

Mansur Sigia

“Kami sudah menerapkan retribusi di Pos PPI yang ada di Kampung Baru, Kecamatan Rumbia Tengah dengan iuran Rp 2.500 per box. Jadi, bagi pelaku usaha perikanan yang melintas di portal, maka akan dikenakan retribusi berdasarkan jumlah box yang diangkut,” kata Mansur Sigia di Ruang kerjanya beberaoa waktu lalu.

Mansur menegaskan, sebelum penerapan retribusi itu, pihaknya telah mengkaji secara mendalam dan tujuan utamanya ialah meningkatkan PAD di daerah itu.

Disamping itu tambah Mansur, penerapan iuran ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan pemeliharan fasilitas yang ada di pelabuhan perikanan tersebut.

“Maka dari itu, instansi perikanan saat ini berupaya mendapatkan penghasilan tambahan yang tentu saja hasil dari retribusi tersebut akan digunakan untuk membenahi area pelabuhan, keamanan serta kenyamanan para pelaku usaha perikanan dan nelayan,” terangnya.

Komitmen Dinas Perikanan Bombana

Dinas Perikanan BKMBana berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan transformasi digital dalam sektor perikanan. Pembangunan portal di area pelelangan ini merupakan langkah strategis untuk memajukan industri perikanan di Bombana dan sekitarnya, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai contoh, pemasangan portal lintasan bagi para pengangkut serta penarikan retribusi ini dapat berdampak oada terpeliharanya fasilitas yang ada di PPI, seperti akses jalan, kebersihan area PPI yang tentunya bisa memberikan rasa nyaman terhadap para konsumen.

Menuju Masa Depan Perikanan yang Lebih Baik

Dengan target peluncuran pada tahun 2025, Dinas Perikanan Bombana mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan inisiatif ini. “Mari kita wujudkan masa depan perikanan yang lebih efisien, transparan, dan menguntungkan bagi semua. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!