BirokrasiSastra

Kado Manis Akhir Tahun, PPID Bombana Cetak “Double Kill” Juara se-Sultra

115
×

Kado Manis Akhir Tahun, PPID Bombana Cetak “Double Kill” Juara se-Sultra

Sebarkan artikel ini

Kendari, Infobombana.id – Tahun hampir menutup kalendernya ketika kabar baik datang dari Bombana. Di tengah hiruk-pikuk laporan akhir tahun dan tumpukan administrasi yang biasanya bikin kepala pening, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Bombana justru menari kecil di podium juara.

Untuk dua tahun berturut-turut, PPID Bombana kembali dinobatkan sebagai badan publik terbaik pertama kategori PPID Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara. Sebuah double kill (meminjam istilah gim) yang tak hanya memanjakan ego birokrasi, tetapi juga menegaskan satu hal, yaitu keterbukaan informasi, bukan jargon kosong.

Penghargaan itu diumumkan dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Komisi Informasi Provinsi Sultra di Kendari pada Senin ( 16/12/2025). Di antara lampu hotel dan deretan tamu undangan, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. melangkah menerima penghargaan. Boleh dikata, sebuah simbol kerja kolektif yang begitu panjang dan kadang sangat melelahkan.

Tak main-main, dalam penilaian tersebut, Kota Kendari harus puas di posisi kedua, disusul Kabupaten Konawe Selatan di urutan ketiga, dan Kabupaten Kolaka di peringkat keempat. Bombana, sekali lagi, berdiri di puncak.

Burhanuddin menyebut penghargaan itu bukan sekedar piala atau piagam untuk dipajang di dinding kantor. Ia menilainya sebagai pengakuan atas upaya membangun pemerintahan yang transparan, informatif, dan dapat diuji publik.

“Ini hasil dari ikhtiar bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” kata Burhanuddin kepada wartawan.

Baca Juga: Juara Keterbukaan informasi Publik, Kado Termanis di HUT Bombana Ke-21

Ia mengapresiasi kerja keras jajaran PPID Bombana, para penjaga dokumen yang sering luput dari sorotan, tetapi paling sibuk ketika masyarakat bertanya. Di tangan mereka, informasi tak lagi bersembunyi di laci, melainkan berjalan keluar menemui publik.

“Terima kasih kepada PPID Bombana dan seluruh masyarakat yang terus mendukung keterbukaan informasi,” ujarnya.

Bagi Burhanuddin, capaian ini menjadi penanda bahwa Bombana berada di jalur yang tepat, menjadikan informasi publik sebagai hak, bukan hadiah. Ia memastikan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran PPID Utama agar layanan informasi semakin cepat, rapi, dan ramah.

“Kami akan terus mengembangkan PPID Utama untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bombana, Abdul Muslikh, yang juga Pembina PPID Utama, menyebut prestasi ini lahir dari kerja yang konsisten dan sistematis. Bahkan, selama tiga tahun berturut-turut, Bombana tercatat selalu berada di posisi terbaik.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen bersama dalam mengelola PPID secara profesional dan transparan,” kata Muslikh.

Menurut dia, capaian tersebut bukan garis finis, melainkan jeda napas sebelum berlari lebih jauh. Tantangan ke depan adalah memastikan sistem informasi publik semakin terbuka, mudah diakses, dan responsif, tanpa drama, tanpa ribet, dan tentu saja tanpa bikin warga merasa sedang main petak umpet dengan dokumen negara.

Di akhir tahun, PPID Bombana pun menutup catatan kerjanya dengan senyum tipis: tak heboh, tapi tepat sasaran. Sebab di era keterbukaan, informasi yang baik, sejatinua bukan yang disembunyikan rapi, melainkan yang dibagikan dengan tanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!