HeadlineHUKUMSosial

Kapal KM. Cahaya Intan Celebes Karam di Teluk Bone, Ditpolairud Polda Sultra Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

101
×

Kapal KM. Cahaya Intan Celebes Karam di Teluk Bone, Ditpolairud Polda Sultra Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Kapal motor penumpang KM. Cahaya Intan Celebes dilaporkan karam di perairan Teluk Bone, wilayah Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/2/2026). Insiden terjadi saat kapal dalam pelayaran dari Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Boepinang, Bombana.

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tenggara menerima laporan kejadian tersebut dan langsung melakukan langkah-langkah penanganan awal di lokasi.

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan kepada Direktur Polairud Polda Sultra, kapal bertolak dari Pelabuhan Bajoe pada Sabtu pagi dengan tujuan Pelabuhan Boepinang di Kecamatan Poleang. Namun, sekitar tiga jam perjalanan dari Pulau Basah Boepinang, kapal dilaporkan mengalami kecelakaan laut dan akhirnya karam di perairan Teluk Bone.

Kecelakaan diduga dipicu cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut. Angin kencang dan gelombang tinggi disebut menjadi faktor utama yang menyebabkan kapal kehilangan kendali sebelum akhirnya tenggelam.

Lokasi kejadian berada di perairan Teluk Bone, jalur pelayaran yang menghubungkan wilayah pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perairan ini dikenal cukup terbuka dan rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama saat angin kencang.

Meski kapal dilaporkan karam, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat.

“Korban jiwa nihil,” demikian keterangan awal dalam laporan resmi yang diterima Ditpolairud Polda Sultra.

Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan pendalaman terkait jumlah pasti penumpang dan awak kapal, serta memastikan kondisi bangkai kapal di lokasi kejadian. Penanganan lanjutan dan pembaruan informasi akan disampaikan setelah proses pengumpulan data di lapangan selesai.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pelayaran di wilayah Teluk Bone, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Aparat mengimbau operator kapal dan nakhoda untuk memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!