Scroll untuk baca artikel
       
HUKUMSosial

Kapolsek Prasetyo Nento dan Warga Bersatu Sambut 43 Tahun Transmigrasi Lewat Gotong Royong

25
×

Kapolsek Prasetyo Nento dan Warga Bersatu Sambut 43 Tahun Transmigrasi Lewat Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Suasana kebersamaan terasa begitu kental di Kelurahan Marga Jaya dan Desa Aneka Marga. Menjelang peringatan 43 tahun penempatan transmigrasi, Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, bersama jajarannya dan masyarakat, turun langsung dalam kerja bakti massal. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi simbol eratnya sinergi antara aparat kepolisian dan warga transmigran yang sebagian besar berasal dari Jawa dan Bali.

“Gotong royong ini adalah cerminan nilai-nilai kebersamaan yang sejak awal dipegang teguh oleh masyarakat transmigrasi. Kami ingin menjaga lingkungan tetap asri, sekaligus mempererat hubungan sosial antara polisi dan warga,” ujar Kapolsek Prasetyo Nento di Kecamatan Lantari Jaya, Jumat (7/2/2025)

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Transmigrasi Kecamatan Rarowatu Utara, Sukoyo, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar ajang seremoni, melainkan momentum refleksi bagi masyarakat transmigran atas perjalanan panjang mereka membangun kehidupan baru.

“Ini adalah kesempatan untuk mengenang perjuangan para transmigran dalam menata kehidupan di tanah baru, menjaga kebersamaan, serta menjalin sinergi dengan pemerintah dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Sukoyo menjelaskan bahwa Peringatan Hari Penempatan Transmigrasi ke-43 mencapai puncaknya pada 8 Februari 2025 di Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana. Sejumlah kegiatan menarik telah disiapkan dalam menyemarakkan acara ini, di antaranya:

1. Pawai Budaya dengan menampilkan keanekaragaman adat dan seni dari berbagai daerah asal transmigran.

2. Doa lintas agama yang dilakukan mewakili harmoni dan toleransi antarumat beragama di daerah transmigrasi.

3 Pentas Seni Kuda Lumping, yang mempersembahkan warisan budaya masyarakat Jawa yang kini menjadi bagian dari identitas warga transmigrasi di Bombana.

Disamping itu lanjut Sukoyo, Peringatan 43 Tahun Penempatan Transmigrasi memiliki berbagai makna mendalam bagi masyarakat, yakni mengenang semangat adaptasi dan kontribusi mereka dalam membangun daerah, memperkuat Kebersamaan dan Identitas Budaya dengan menjaga hubungan erat antara warga transmigrasi dan masyarakat lokal.

Selanjutnya, menjalin sinergi dengan pemerintah dan nasyarakat dengan mendorong kerja sama demi kemajuan bersama, serta mengakui kontribusi transmigrasi dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dan mengevaluasi serta memperbaiki kebijakan agar terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, Sukoyo menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Lantari Jaya dan jajarannya yang telah berpartisipasi dalam kerja bakti ini.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Polsek Lantari Jaya dalam menjaga kebersihan dan memperkuat kebersamaan warga. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!