Scroll untuk baca artikel
       
BeritaWisata

Kecamatan Kabaena Tonjolkan Icon Gula Kelapa di Stand Pameran HUT Bombana Ke -21

87
×

Kecamatan Kabaena Tonjolkan Icon Gula Kelapa di Stand Pameran HUT Bombana Ke -21

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id- Kecamatan Kabaena memamerkan icon gula kelapa sebagai produk unggulan di stand pameran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bombana yang ke-21. Acara yang berlangsung di alun-alun Kecamatan Rumbia, ibukota Kabupaten Bombana ini tentu saja dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat dan pejabat daerah.

Dalam pameran tersebut, stand Kecamatan Kabaena mampu menarik perhatian pengunjung dengan berbagai produk yang ditampilkan seperti gula kelapa, dodol, kripik dan madu.

Para pengunjung pun diberi kesempatan untuk mencicipi produk-produk tersebut meskipun tak gratis. pengunjung juga tentuya mendapatkan informasi mengenai proses pembuatan gula kelapa yang alami dan tradisional ala Kabaena.

Camat Kabaena, Agus Salam menjelaskan bahwa gula kelapa merupakan salah satu komoditas andalan di Pulau Kabaena, khususnya di Kecamatan Kabaena. Olehnya itu, ia berharap melalui pameran ini, gula kelapa Kabaena semakin dikenal luas dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Menurutnya, Icon yang ditampilkan ini semakin memperkaya pengalaman pengunjung terkait rasa yang khas dan tentu saja berbeda dari segi pembuatan ketimbang di daerah lainnya.

“Gula kepala ini terlalu iconic, jadi se-Pulau Kabaena adalah penghasil gula,  tapi yang menjadi ruang berpikirnya orang bahwa gula kelapa yang sudah menjadi kuliner itu berasal dari Kabaena induk, karena melihat peradaban, kecamatan pertama yang ada di Pulau Kabaena adalah Kecamatan Kabaena,” ungkap Agus Salam.

Selain rasanya yang berbeda, lanjut Agus, pengembangan gula kelapa ini telah sampai ke kancah nasional. Agus Salam mengakui bahwa gula kelapa memang merupakan ciri khas daerah Bombana yang berasal dari Pulau Kabaena. Khususnya pada produk gula merah yang menghasilkan beberapa produk tutunan seperti gula kelapa, dodol dan jenis makanan lainnya.

Agus salam juga merasa sangat yakin bahwa icon gula kelapa akan tetap lestari seiring berjalannya waktu dan peradaban yang lebih baik.

“Kami yakin produk ini akan terus dilestarikan, bahkan kami dari Kecamatan Kabaena telah bersepakat untuk menampilkan ikon gula kelapa di ajang karnaval budaya esok hari, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Wispora) Kabupaten Bombana Anisa Sri Prihatin mengatakan bahwa HUT Kabupaten Bombana ke-21 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi lokal yang diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi daerah.

dijelaskan, Kecamatan Kabaena, dengan ikon gula kelapanya, berhasil menonjolkan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, sekaligus menginspirasi daerah lain untuk terus mengembangkan produk unggulan masing-masing.

“Kami berencana memperjuangkan ikon gula kelapa untuk mendapat rekor Muri dan itu rencana kami kedepan. dan yang jelasnya langkah awal yang akan kami lakukan ialah memperjuangkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk produk ini dan icon gula kelapa saat ini telah masuk dalam daftar warisan budaya tak benda,” ujar Anisa.

Kadis Wispora menambahkan bahwa produk gula kelapa memang telah dikenal sejak nenek moyang sebagai ciri khas pulau Kabaena.

“Sudah dari jaman dulu itu, tapi tidak bisa disamakan dengan hasil produksi daerah lain karena memang rasanya itu yang enak dan beda,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!