HeadlineSosial

KLM Setia Kawan Tenggelam di Perairan Poleang, 6 ABK Lolos dari Maut

284
×

KLM Setia Kawan Tenggelam di Perairan Poleang, 6 ABK Lolos dari Maut

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Kapal motor layar KLM Setia Kawan GT 105 tenggelam di perairan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (24/2/2026).

Kapal yang mengangkut ribuan tabung elpiji 3 kilogram kosong itu karam setelah dilaporkan mengalami kebocoran di tengah cuaca buruk.

Enam anak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal sempat dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Namun hingga siang hari, seluruhnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Informasi awal diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari sekitar pukul 12.30 Wita dari Amir, pemilik kapal. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim penyelamat.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan pukul 12.55 Wita menuju lokasi kejadian. “Tim bergerak menggunakan RB 307 menuju titik tenggelamnya kapal,” kata dia.

Ketgam: Para ABK Kapal KLM Setia Kawan selamat dari bahaya. (Foto:Istimewa)

Jarak tempuh dari titik sandar menuju lokasi kejadian sekitar 57 mil laut. Operasi pencarian dilakukan dalam kondisi hujan ringan dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 meter dan kecepatan angin 9 kilometer per jam dari arah barat.

Berdasarkan kronologi awal, kapal bertolak dari Pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, sekitar pukul 05.30–05.50 Wita menuju Pelabuhan Paria di Boepinang, Kecamatan Poleang. Dalam pelayaran, lambung kapal diduga bocor setelah dihantam cuaca buruk di sekitar perairan Bambaea.

Fadly, penanggung jawab pelabuhan rakyat Kasipute yang juga aparatur sipil negara di Dinas Perhubungan Bombana, mengaku mendapat kabar tenggelamnya kapal sekitar pukul 11.00 Wita. “Kapalnya adik yang karam. Saya langsung berkoordinasi dengan Polsek Poleang Timur, Polisi Air, Angkatan Laut, dan Basarnas,” ujarnya.

Menurut dia, kapal kayu tersebut sebelumnya melayani rute penumpang Kasipute–Kabaena, namun belakangan dialihfungsikan menjadi armada pengangkut tabung elpiji kosong untuk ditukar. Sekitar tiga jam setelah meninggalkan Pelabuhan Sikeli, kapal tak mampu bertahan menghadapi cuaca dan akhirnya tenggelam bersama muatannya.

Tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk rescue truck, perlengkapan medis, alat evakuasi, dan perangkat komunikasi untuk mendukung operasi di lapangan.

Seluruh ABK akhirnya ditemukan selamat setelah dilakukan penyisiran di sekitar titik koordinat kejadian. Meski tak ada korban jiwa, insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan pelayaran di jalur antarpulau yang menjadi urat nadi distribusi logistik masyarakat pesisir Bombana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!