HeadlineBeritaSosial

Longsor Tambang di Kabaena Putus Air Bersih Tiga Kecamatan, Insiden Berulang Disorot

25
×

Longsor Tambang di Kabaena Putus Air Bersih Tiga Kecamatan, Insiden Berulang Disorot

Sebarkan artikel ini

Kabaena, Infobombana.id – Longsor di area tambang PT Alamharig di Pulau Kabaena kembali terjadi, kali ini memutus total pasokan air bersih bagi tiga kecamatan sekaligus. Ribuan warga terdampak, sementara insiden serupa disebut telah berulang tanpa penanganan tuntas.

Peristiwa terjadi pada Senin (6/4/2026) di Dusun Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Dampaknya baru disadari warga keesokan paginya, saat aliran air bersih tiba-tiba terhenti.

“Pagi hari kami cek, air sudah tidak mengalir. Ternyata pipa utama patah dan tertimbun longsor,” kata Kahar, warga yang terdampak, Selasa (7/4/2026).

Pipa tersebut merupakan jalur distribusp utama yang menyuplai kebutuhan air bersih untuk Kecamatan Kabaena, Kabaena Barat, dan Kabaena Selatan. Kerusakan itu pun membuat warga di tiga wilayah tersebut kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kahar menyebut, longsor diduga terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan itu. Namun, ia menilai aktivitas pertambangan di sekitar lokasi menjadi faktor yang memperparah kondisi. Jarak area tambang dengan jalur pipa disebut hanya sekitar 50 meter dari sumber air dan jalan usaha tani.

“Ini sudah yang ketiga kali. Bahkan ada yang bilang sudah sampai enam kali. Kami sudah pernah panggil pihak perusahaan, termasuk KTT, tapi tidak ada perbaikan signifikan,” ujarnya.

Kondisi di lapangan, kata dia, cukup parah. Material lumpur menutup area hingga puluhan meter dan membuat upaya perbaikan sulit dilakukan secara manual.

“Jalan saja kaki langsung tertanam lumpur, apalagi memperbaiki pipa. Bahkan merangkak pun tidak bisa,” kata Kahar.

Warga berharap ada langkah cepat dari pemerintah daerah dan tanggung jawab dari pihak perusahaan, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang kini terganggu total.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Alamharig, Yazid Bustami, mengatakan perusahaan tengah menyiapkan tim dan alat berat untuk penanganan di lokasi.

“Kami sedang siapkan tim. Paling lambat besok sudah turun ke lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, upaya perbaikan sebelumnya sempat direncanakan, namun terhambat konflik dengan warga.

“Bulan lalu kami mau turunkan alat, tapi ada penolakan hingga terjadi keributan. Sekarang kami tetap akan turun untuk penanganan,” kata Yazid.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana dilaporkan telah meninjau lokasi pada kejadian longsor terdahulu. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan jangka panjang, sementara insiden serupa terus berulang dengan dampak yang semakin luas.

Peristiwa ini juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah video kondisi lokasi beredar. Dalam rekaman tersebut, terlihat lumpur tebal menutup area dan pipa air tertimbun, sementara warga kesulitan berjalan di tanah yang labil.

Hingga kini, distribusi air bersih di Pulau Kabaena masih terhenti dan menunggu penanganan di lapangan yang belum sepenuhnya terealisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!