PendidikanBirokrasiEkobisKesehatanSosial

MBG di Bombana Jangkau 32 Ribu Penerima, Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

23
×

MBG di Bombana Jangkau 32 Ribu Penerima, Serap Ratusan Tenaga Kerja Lokal

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bombana menunjukkan perkembangan signifikan sejak mulai dijalankan pada 21 April 2025. Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 32.219 orang tercatat sebagai penerima manfaat program yang digagas pemerintah melalui Badan Gizi Nasional tersebut.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Bombana, Santi Sistra Pratama, mengatakan penerima manfaat tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan mencakup berbagai jenjang pendidikan serta kelompok rentan.

“Program ini menyasar peserta didik dari PAUD hingga SMA dan sederajat, termasuk madrasah dan sekolah luar biasa, serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujarnya.

Berdasarkan data per akhir Februari 2026, penerima manfaat dari jenjang pendidikan meliputi 183 siswa PAUD, 125 siswa RA, dan 2.404 siswa TK. Untuk tingkat sekolah dasar, tercatat 5.708 siswa kelas 1–3 dan 5.341 siswa kelas 4–6. Sementara itu, madrasah ibtidaiyah (MI) mencakup 311 siswa kelas 1–3 dan 330 siswa kelas 4–6.

Pada jenjang pendidikan menengah, sebanyak 3.235 siswa SMP, 1.739 siswa MTsN, 4.077 siswa SMA, 525 siswa SMK, dan 421 siswa MA turut menerima manfaat. Program ini juga menjangkau 118 siswa dari SLB dan pondok pesantren.

Tak hanya peserta didik, MBG turut menyasar kelompok 3B. Hingga kini, 3.955 balita, 532 ibu hamil, dan 961 ibu menyusui telah mendapatkan layanan pemenuhan gizi. Selain itu, 1.677 guru, 480 tenaga kependidikan, dan 107 kader posyandu terlibat sebagai bagian dari ekosistem pendukung layanan.

Dari sisi infrastruktur, sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi. Sebanyak 14 unit dikelola mitra masyarakat, yayasan, dan UMKM, sementara masing-masing satu unit berada di bawah naungan TNI AD dan Polri. Berdasarkan jenis bangunan, 10 SPPG memanfaatkan rumah tinggal, satu unit menggunakan fasilitas hotel atau penginapan, tiga unit berada di ruko, dan dua lainnya memanfaatkan bangunan pergudangan.

Program ini juga memberi efek berganda bagi perekonomian lokal. Sebanyak 696 tenaga kerja terserap sebagai relawan dalam rantai distribusi dan operasional. Setiap SPPG dilengkapi satu kepala SPPG, satu ahli gizi sebagai Pelaksana Layanan Operasional Gizi, serta satu ahli akuntansi sebagai Pelaksana Layanan Operasional Keuangan guna memastikan tata kelola berjalan akuntabel.

Di sektor kemitraan, tercatat 28 pemasok lokal terlibat, terdiri atas enam koperasi, 19 UMKM, dan tiga pemasok lainnya. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha lokal dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan perluasan layanan hingga wilayah terpencil dan kepulauan. Selain itu, peningkatan mutu dan keamanan pangan menjadi fokus agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui MBG, pemerintah daerah berharap upaya pemenuhan gizi ini dapat menjadi fondasi dalam membangun generasi sehat dan produktif menuju visi Indonesia Emas 2045, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal secara nyata.

Sumber:PPID Bombana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!