Rumbia, Infobombana.id – Di hamparan tanah Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Jumat (7/3/202) sore, butir-butir benih jagung ditabur, bukan sekedar sebagai komoditas pertanian. Ia ditanam sebagai simbol harapan, seperti doa yang disematkan pada tanah, agar kelak tumbuh menjadi tonggak kemandirian pangan bangsa.
Langit sore yang teduh menjadi saksi ketika jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana bersama Polres Bombana memulai kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional mendukung swasembada jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah dinamika tantangan global.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.30 Wita itu dipimpin langsung oleh Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., bersama Dandim 1431/Bombana Letkol Arm. Mulyadi, SH, serta jajaran pejabat daerah dan instansi terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Bombana Kompol Basri, SH, Kepala Dinas Pertanian Bombana Sarif, SH, perwakilan Bulog Bombana Indra Sastrawan, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sudirman, serta perwakilan Badan Pusat Statistik Bombana Haerudin.
Turut pula hadir para pejabat utama Polres Bombana, di antaranya Kabag Log AKP Idham Syukri, S.Pd.I, Kabag SDM AKP Asrun, S.Si, Kasat Intelkam IPTU Muh. Tidore, Kasat Binmas AKP Bastian Hamsa, SH, Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, SH, CPM, Camat Lantari Jaya Amsal, SKM, Kepala Desa Lantari Ovi Asrofi, S.Sos, serta Kepala Balai Penyuluh Pertanian Lantari Jaya Edi Winoto, SP.
Penanaman jagung di Desa Lantari ini juga terhubung secara nasional melalui siaran langsung Zoom Meeting bersama Kapolri yang memimpin kegiatan serupa dari wilayah Polda Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Ilir.
Momentum tersebut menegaskan bahwa gerakan menanam jagung bukan sekadar agenda lokal, melainkan bagian dari orkestrasi besar menuju kemandirian pangan Indonesia.
Di lahan seluas satu hektare itu, sebanyak 30 kilogram bibit jagung ditanam secara simbolis. Meski terlihat sederhana, setiap benih yang masuk ke dalam tanah mengandung makna strategis: menumbuhkan produksi pangan, memperkuat ekonomi petani, dan menjaga stabilitas pasokan nasional.
“Program penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam meningkatkan produksi jagung sebagai salah satu komoditas strategis,” ujar Kapolres Bombana.
Melalui kegiatan ini, AKBP Eko Sutomo berharap, pemanfaatan lahan produktif dapat semakin optimal, baik di lingkungan kepolisian maupun masyarakat. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi jagung di daerah sehingga berkontribusi pada tercapainya swasembada pangan.
Polri, kata Kapolres, juga terus menggerakkan sinergi dengan pemerintah daerah, satgas swasembada pangan, kelompok tani, serta berbagai instansi terkait. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan kepada petani, pengawasan distribusi pupuk, hingga memastikan hasil panen terserap dengan baik oleh pasar.
Dalam perspektif yang lebih luas, upaya ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga dinamika ekonomi dunia.
Di Lantari, sore itu, tanah yang dibelah cangkul seolah menjadi lembaran baru bagi harapan. Sebab di balik setiap benih jagung yang ditanam, tersimpan keyakinan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar wacana, melainkan masa depan yang sedang disemai.
Kegiatan penanaman jagung serentak tersebut berakhir pada pukul 16.50 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.














