BirokrasiHeadline

Menuju Nahkoda Baru Birokrasi Bombana: Empat Kandidat Sekda Lolos Tahap Awal Seleksi

31
×

Menuju Nahkoda Baru Birokrasi Bombana: Empat Kandidat Sekda Lolos Tahap Awal Seleksi

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id –  Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana memasuki fase krusial. Panitia Seleksi resmi mengumumkan empat nama yang dinyatakan lolos tahap administrasi dan penelusuran rekam jejak—dua instrumen awal yang kerap menjadi penentu arah kompetisi dalam perebutan jabatan strategis birokrasi daerah.

Pengumuman bernomor 12/Pansel-JPTP-Sekda/IV/2026 tertanggal 8 April 2026 itu menandai berakhirnya tahap verifikasi awal, sekaligus membuka babak baru yang akan menguji kapasitas substantif para kandidat. Di titik ini, seleksi tak lagi sekadar administratif, melainkan mulai mengerucut pada aspek kepemimpinan, integritas, serta ketahanan menghadapi tekanan publik.

Ketua Panitia Seleksi, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan dengan pendekatan menyeluruh dan berlapis. Penilaian, kata dia, tidak berhenti pada kelengkapan dokumen, tetapi juga menelisik rekam jejak sebagai refleksi kualitas kepemimpinan.

“Proses ini tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga memastikan rekam jejak, integritas, serta konsistensi kinerja para kandidat,” ujar Asrun dalam keterangan resminya.

Asrun, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, menempatkan rekam jejak sebagai indikator kunci. Pengalaman birokrasi, kemampuan manajerial, hingga integritas personal menjadi variabel yang tak bisa ditawar dalam menentukan kelayakan seorang calon Sekda, posisi yang kerap disebut sebagai “jenderal sipil” dalam struktur pemerintahan daerah.

Dari hasil verifikasi tersebut, empat pejabat dinyatakan memenuhi syarat dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Mereka adalah:

  1. Drs. Hasdin Ratta, M.Si – Kepala BPBD Bombana
  2. Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K – Kepala Dinas PUPR Bombana
  3. Darwin, S.E – Kepala BPKAD Bombana
  4. Sadli Siradjuddin, S.Kom., M.A.P – Kepala Dinas Sosial Bombana

Keempatnya merupakan figur birokrat senior dengan spektrum pengalaman yang berbeda, mulai dari penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur, tata kelola fiskal, hingga urusan sosial. Ragam latar belakang ini menjadi modal penting dalam menghadapi kompleksitas pemerintahan daerah yang semakin dinamis.

Namun di balik daftar empat nama itu, terselip dinamika menarik. Dua di antaranya bukan sosok baru dalam orbit kepemimpinan Sekretariat Daerah. Darwin, misalnya, pernah lebih dulu mengemban amanah sebagai pelaksana harian Sekda pada 2024, menggantikan almarhum Drs. Man Arfa, M.Si. Peran tersebut menempatkannya dalam posisi strategis sebagai pengendali sementara roda birokrasi di masa transisi.

Sementara itu, Ir. Syahrun kini menjabat sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Bombana sejak Juni 2025, menggantikan dr. Sunandar. Posisi ini memberi Syahrun pengalaman langsung dalam mengoordinasikan perangkat daerah, sekaligus menguji kapasitasnya dalam menjaga stabilitas birokrasi di tengah tuntutan percepatan pembangunan.

Di sisi lain, dua nama lainnya, Hasdin Ratta dan Sadli Siradjuddin, keduanya belum pernah menduduki jabatan pelaksana Sekda. Namun, hal itu tidak serta-merta menjadi kekurangan. Keduanya justru membawa perspektif berbeda dari sektor yang mereka pimpin, yang dalam banyak kasus dapat menjadi nilai tambah dalam mendorong inovasi tata kelola pemerintahan.

Seleksi Sekda, dalam praktiknya, bukan sekadar memilih administrator. Lebih dari itu, jabatan ini merupakan simpul koordinasi antarorganisasi perangkat daerah sekaligus motor penggerak kebijakan kepala daerah. Dalam konteks Bombana yang tengah mendorong percepatan pembangunan dan reformasi birokrasi, figur Sekda dituntut mampu menjembatani visi politik dengan eksekusi teknokratis.

Tahapan penelusuran rekam jejak yang telah dilalui para kandidat mencerminkan upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk menjaga kualitas proses seleksi. Transparansi dan akuntabilitas terus dikedepankan, seiring meningkatnya ekspektasi publik terhadap lahirnya birokrat profesional yang adaptif terhadap perubahan.

Panitia Seleksi memastikan seluruh tahapan akan berjalan dengan prinsip objektivitas. Dari proses yang ketat ini, diharapkan lahir sosok pemimpin birokrasi yang tidak hanya memenuhi syarat formal, tetapi juga memiliki ketajaman visi dan kemampuan eksekusi.

“Dengan proses yang transparan dan akuntabel, diharapkan hasil akhir seleksi ini melahirkan pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Asrun.

Dengan berakhirnya tahap awal ini, panggung seleksi Sekda Bombana kini memasuki fase yang lebih menentukan, fase ketika pertarungan tak lagi sekadar pada dokumen, melainkan pada gagasan, strategi, dan kepemimpinan dalam menavigasi masa depan birokrasi di Wonua Bombana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!