BirokrasiOtomotif

Pemkab Bombana Luncurkan Angkutan Perintis, Tutup Celah Transportasi Wilayah Terpencil

7
×

Pemkab Bombana Luncurkan Angkutan Perintis, Tutup Celah Transportasi Wilayah Terpencil

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Pemerintah Kabupaten Bombana meluncurkan layanan angkutan jalan perintis dan penyeberangan laut sebagai upaya menutup keterisolasian wilayah yang selama ini belum dilayani transportasi komersial. lProgram ini menyasar rute darat Rumbia–Tontonunu (PP) dan rute laut Pelabuhan Kasipute–Terminal Tipe A Puuwatu, Kendari (PP). Peluncuran angkutan perintis tersebut digelar di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Sabtu, 10 Januari 2026.

Program ini dijalankan melalui kerja sama pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan dan Perum DAMRI, dengan dukungan subsidi negara agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.

Bupati Bombana,  Ir. H. Burhanuddin  M. Si, mengatakan bahwa  keterbatasan akses transportasi masih menjadi persoalan mendasar di wilayahnya. Dengan jumlah 22 kecamatan yang tersebar dan kondisi geografis yang beragam, transportasi publik dinilai menjadi kunci mobilitas warga, terutama untuk kebutuhan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

“Tidak semua wilayah Bombana bisa dilayani angkutan komersial. Karena itu negara harus hadir melalui angkutan perintis,” kata Burhanuddin dalam sambutannya.

Menurut Bupati Burhanuddin, kehadiran angkutan perintis diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di jalur antarkecamatan.

Program ini melibatkan dua unit bus untuk masing-masing trayek. Rute Rumbia–Tontonunu diberangkatkan dari Pasar Sentral Tadoha Mapaccing setiap pukul 09.00 WITA dengan tarif Rp15 ribu. Adapun rute Pelabuhan Kasipute–Terminal Tipe A Puuwatu Kendari dipatok Rp35 ribu per penumpang.

Namun demikian, Burhanuddin mengingatkan agar program ini tidak berhenti sebatas peluncuran. Ia meminta Dinas Perhubungan Bombana dan DAMRI memastikan jadwal berjalan konsisten serta titik pemberhentian disesuaikan dengan kebutuhan warga di lintasan trayek.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi agar masyarakat benar-benar memanfaatkan layanan tersebut.

“Transportasi publik hanya akan efektif kalau digunakan,” ujarnya.

Olehnya itu melalui angkutan perintis ini, Pemkab Bombana menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di kecamatan yang selama ini berada di pinggiran arus ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Husni Mubarak, menegaskan bahwa kehadiran angkutan perintis merupakan bagian dari peran negara dalam menjamin konektivitas wilayah. Layanan ini dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang secara ekonomi belum layak dilayani oleh angkutan komersial, namun memiliki kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Angkutan perintis ini adalah instrumen pemerintah untuk membuka akses transportasi di wilayah-wilayah yang secara ekonomi belum menarik bagi operator swasta, tetapi sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tenggara saat menghadiri kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!