BirokrasiKesehatan

Pemkab Bombana Pinjam Speedboat Perhubungan Tangani Rujukan Pasien Kabaena, Ambulans Laut Putus Kontrak

159
×

Pemkab Bombana Pinjam Speedboat Perhubungan Tangani Rujukan Pasien Kabaena, Ambulans Laut Putus Kontrak

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, SE

Rumbia, Infobombana.id – Pemerintah Kabupaten Bombana akhirnya mengambil langkah darurat menyusul sorotan publik terkait kesulitan rujukan pasien dari Pulau Kabaena ke daratan utama. Untuk sementara, Pemkab Bombana meminjam speedboat milik Dinas Perhubungan guna melayani rujukan medis, sambil menunggu ambulans laut Dinas Kesehatan kembali beroperasi normal.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin, SE, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah berkoordinasi langsung dengan Sekretaris Daerah Bombana dan mendapat persetujuan Bupati Bombana.

“Speedboat milik perhubungan kita pinjam pakai sementara. Insya Allah hari ini siang sudah diberangkatkan dan standby di Kabaena,” kata Darwin dalam wawancara, Senin (19/1/2026).

Menurut Darwin, speedboat tersebut berkapasitan lebih besar dan akan difungsikan sebagai sarana rujukan pasien dari Kabaena menuju Kasipute. Seluruh biaya operasional, termasuk bahan bakar, operator, dan anak buah kapal, ditanggung melalui DPA Dinas Kesehatan.

“Bagi masyarakat, rujukan ini gratis, karena seluruh biaya kita tanggung,” ujarnya.

Darwin menjelaskan, sebenarnya Dinas Kesehatan Bombana telah memiliki ambulans laut yang beroperasi sejak 2022 dan selama ini digunakan untuk rujukan pasien maupun pengantaran jenazah. Namun, saat ini fasilitas tersebut tengah mengalami kendala teknis sehingga belum bisa dioperasikan secara optimal.

Persoalan diperumit dengan gagalnya pengadaan dua unit ambulans laut melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Darwin mengungkapkan, kontrak pengadaan tersebut terpaksa diputus karena penyedia tidak mampu merealisasikan pekerjaan hingga batas akhir kontrak.

“Progresnya masih nol persen sampai akhir kontrak. Kita tidak mau ambil risiko. Dalam kontrak, pemberian kesempatan hanya bisa jika progres di atas 50 atau 75 persen,” kata Darwin.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dalam rapat evaluasi APBD pada 5 Januari 2026, Dinas Kesehatan telah melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan daerah. Anggaran pengadaan ambulans laut kemudian dimasukkan kembali dalam APBD 2026 sebesar Rp2,8 miliar karena dinilai sebagai kebutuhan mendesak masyarakat kepulauan.

Sementara itu, perbaikan ambulans laut yang ada masih menunggu suku cadang yang harus didatangkan dari Makassar. Darwin menyebut pencarian di Kendari tidak membuahkan hasil.

“Kalau suku cadangnya sudah datang, insya Allah ambulans laut kita bisa kembali beroperasi. Targetnya dalam waktu dekat,” ujarnya.

Darwin juga menepis anggapan bahwa pemerintah daerah abai terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Kabaena.

“Jangan berpikir buruk tentang pemerintah. Tidak ada hal yang disengaja. Kami bekerja semaksimal mungkin dan tetap menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat,” katanya.

Ia mengakui pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan belum maksimal, namun memastikan pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan.

Langkah peminjaman speedboat ini diharapkan menjadi solusi sementara agar rujukan pasien dari Kabaena tidak lagi terhambat, sembari menunggu kesiapan penuh fasilitas kesehatan milik daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!