
Rumbia, Infobombana.id – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tengah mematangkan agenda demokrasi tingkat desa. Fokus utama saat ini adalah pengisian jabatan melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) di lima desa, serta persiapan Pilkades serentak untuk belasan desa lainnya pada tahun 2027 mendatang.
Plt. Kepala DPMD Kabupaten Bombana, Hamlin, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan PAW menjadi prioritas mendesak karena beberapa desa saat ini masih dipimpin oleh Penjabat (Pj).
“Pertama soal pemilihan antar waktu untuk lima desa yang saat ini dijabat oleh penjabat. Nanti, kami akan rumuskan waktu terkait kapan pelaksanaan PAW tersebut,” ujar Hamlin, saat dikonfirmasi Infobombana.id, Senin (16/3/2026).
Adapun lima desa yang menjadi target pelaksanaan PAW tersebut adalah Desa Tahi Ite, Balasari, Pongkalaero, Mapila, dan Desa Puuwonua. Jika disetujui, kata dia, pelaksanaan akan dikebut pada pertengahan tahun ini.
”Itu kalau konsep kami, proses pelaksanaannya dimungkinkan digelar pada bulan Mei, Juni atau paling lambat Juli 2026, agar segera dilakukan PAW untuk mengisi job desa-desa yang dimaksud,” tambahnya.
Selain fokus pada PAW, DPMD Bombana juga telah memetakan basis data desa yang akan mengakhiri masa jabatan pada tahun 2026 dan 2027. Berdasarkan data tersebut, terdapat 12 desa yang akan dipersiapkan untuk menggelar Pilkades serentak pada tahun 2027.
Dari jumlah itu, 9 diantaranya berakhir masa jabatan di tahun ini. Sementara untuk tiga desa lainnya masih memiliki sisa masa jabatan hingga menjelang periode quartal tahun 2027.
Adapun sembilan desa dengan sisa masa jabatan berakhir pada tahun 2026 meliputi: Desa Lantawonua, Rambaha, Matabundu, Analere, Puuwaeya, Tahi Ite, Tembe, Lebo Ea, dan Desa Biru. Sementara tiga desa lainnya yang berakhir pada 2027 adalah: Desa Larete, Enano, dan Desa Pongkalaero.
Hamlin memaparkan bahwa opsi paling rasional adalah menggabungkan seluruh desa tersebut dalam satu jadwal pemilihan di tahun 2027 untuk efisiensi regulasi.
”Nah, kalau konsep yang kami formulakan, yang paling mungkin itu kami laksanakan di tahun 2027. Jadi, di akhir 2026 ini, akan terlebih dahulu ditunjuk penjabat atau pelaksana, nanti dicari nomenklaturnya seperti apa,” jelasnya.
Olehnya itu, DPMD Bombana merencanakan proses pemungutan suara dilakukan pada bulan Maret atau April 2027. Mekanisme ini tentu saja dengan memajukan alias percepatan administrasi enam bulan sebelum masa jabatan berakhir untuk tiga desa tersebut
”Kalau berdasarkan basis data, ada desa yang akhir periodenya tahun 2026 dan ada yang berakhir di tahun 2027,maka yang paling mungkin kami ambil opsinya itu di bulan Maret atau April 2027,” pungkasnya
Oleh karena itu, DPMD Bombana berharap seluruh agenda dapat terlaksana dengan lancar dan tertib, demi kelancaran pemerintahan desa serta pelayanan maksimal kepada masyarakat.














