Scroll untuk baca artikel
       
BirokrasiHUKUM

Perjuangkan Hak Ratusan Aparat Desa, Kades Ini Malah Disorot karena Membawa Parang

153
×

Perjuangkan Hak Ratusan Aparat Desa, Kades Ini Malah Disorot karena Membawa Parang

Sebarkan artikel ini

Rumbia, infobombana.id Kepala Desa (Kades) Mattirowalie, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Darling, menjadi sorotan publik setelah aksinya memperjuangkan hak ratusan aparat desa berujung kontroversi. Sang kades mendatangi Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) dengan membawa sebilah parang, yang memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

Aksi ini dilakukan Darling sebagai bentuk protes atas belum dicairkannya penghasilan tetap (Siltap) aparat desa sejak September 2024. Namun, cara yang ditempuhnya menuai reaksi beragam. Sejumlah pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Bombana merasa terancam dengan kehadiran senjata tajam dalam aksi tersebut.

Peristiwa ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang menganggap tuntutan pembayaran gaji aparat desa sebagai langkah yang wajar, tetapi tindakan Darling dinilai berisiko menimbulkan masalah hukum. Bahkan, beberapa pihak telah melaporkan insiden ini sebagai dugaan pengancaman dan perbuatan yang membahayakan nyawa orang lain.

Kemarahan Kades Darling dan Janji Pj. Bupati Bombana

Kedatangan Darling ke Kantor BKD Bombana sejatinya berangkat dari niat baik, yakni memperjuangkan hak aparat desa yang menggantungkan hidupnya pada gaji Siltap. Namun, caranya yang dianggap ekstrem membuatnya menjadi sorotan.

Baca juga: Pj. Bupati Bombana: TPP dan Honor Aparat Desa Akan Dibayar Bulan Ini

Darling mengaku geram lantaran janji pencairan Siltap yang sebelumnya disampaikan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, tak kunjung terealisasi. Dalam pernyataannya pada Kamis, 9 Januari 2025, Pj. Bupati Edy menegaskan bahwa semua jenis pencairan, termasuk Siltap dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), akan dibayarkan pada akhir Januari 2025.

Namun, hingga menjelang pergantian bulan ke Februari 2025, dana tersebut belum juga cair. Hal inilah yang membuat Kades Darling semakin kecewa dan nekat mendatangi kantor BKD.

“Kita semua mendengar langsung bahasa Pj. Bupati di media, katanya Januari semua akan dibayarkan. Tapi mana? Sampai hari ini belum ada pencairan!” ujar Darling dengan nada lantang.

Ketua Apdesi Bombana Dinilai Tak Bergerak

Tak hanya menyoroti keterlambatan pencairan, Darling juga melayangkan kritik tajam terhadap Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bombana, Arman Karia.

Menurut Darling, Arman Karia terkesan diam dalam memperjuangkan hak aparat desa, meski sebelumnya sempat merencanakan aksi besar-besaran ke DPRD terkait persoalan ini, namun tak ada gerakan.

“Kalau Ketua Apdesi tidak mau menyikapi persoalan ini, saya yang akan turun tangan. Hari ini saya akan berurusan dengan Si Dodi (Kepala BKD). Kalau ada yang mau ikut campur, maka dia juga akan jadi urusanku!” tegas Darling dalam sebuah video berdurasi 17 detik, yang direkam di halaman Kantor BKD Bombana pada 30 Januari 2025.

Belum Ada Respons Resmi dari Pemerintah

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun kepolisian terkait tindakan yang akan diambil terhadap aksi Kades Darling.

Namun, insiden ini menjadi pengingat penting bahwa perjuangan hak harus dilakukan dengan cara yang sesuai aturan hukum, tanpa menimbulkan ketakutan atau keresahan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!