
Kabaena, infobombana.id – Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Edy Suharmanto, meresmikan Gedung Kamar Operasi (OK) Rumah Sakit Pratama Tipe D yang berlokasi di Puskesmas Kabaena Barat, Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, Kamis (13/2/2025).
Peresmian ini menandai peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan Bombana, khususnya bagi masyarakat di Pulau Kabaena. Peresmian ini pula dihadiri oleh Plh. Sekda Bombana, Darwin, Asisten dan Staf Ahli Setda Bombana, Kepala Perangkat Daerah, Camat wilayah Kepulauan Kabaena, Kepala Desa dan Lurah, Kepala Puskesmas se-Pulau Kabaena, serta Tim Penggerak PKK wilayah Kepulauan Kabaena.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menegaskan bahwa keberadaan Gedung OK ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan, utamanya di Kabaena.
Pj. Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Bombana berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan di wilayah Kabaena. Menurutnya, dengan adanya Gedung OK ini, masyarakat Kabaena kini telah memiliki akses yang lebih baik terhadap pelayanan bedah dan tindakan medis yang lebih kompleks tanpa harus dirujuk ke luar pulau.
Baca Juga: Pj Bupati Edy Suharmanto Peduli Warga Pulau Kabaena, Bangun RS Tipe D Pratama
Peresmian ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Bombana dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil.
Sebelumnya, Pemkab Bombana berencana merelokasi pelayanan Puskesmas Kecamatan Kabaena Barat di tahun 2025. Rencananya, pelayanan Puskesmas tersebut bakal dikembalikan ke lokasi yang dahulu digunakan di area kantor Kecamatan. Sedangkan Puskesmas yang saat ini bakal dijadikan sebagai Rumah Sakit (RS) Pratama Tipe D.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin pada Juli 2024 lalu. Kata Darwin, pihaknya telah mengamati proses pemindahan pelayanan Puskesmas tersebut melalui berbagai pertimbangan. Mulai dari koordinasi dengan kepala Puskesmas (Kapus) hingga rencana proses rehabilitasi dan penambahan sejumlah gedung di lokasi Puskesmas sebelumnya.
Lanjutnya, setelah pihaknya melakukan survey di lokasi sebelumnya, ia mengakui terdapat beberapa kekurangan seperti pemulihan dan penambahan gedung baru seperti gedung KIA, gedung administrasi dan perawatan. Kata dia, layanan FKTP itu nantinya akan dijadikan sebagai Puskesmas rawat inap
“Ini sudah dibicarakan dengan Kapusnya, dan kita bicara soal alas haknya. Nah, Insya Allah di tahun 2025, kita akan kembangkan RS Tipe D itu, dan Puskesmas akan kembali kita pindahkan ke lokasi sebelumnya. Tapi kalau memang belum selesai bangunan RS di lokasi sekarang, maka Puskesmas Kab. Barat nanti kita akan paralelkan seperti Bombana dulu, yaitu disamping sebagai RS dan disitu juga ada pelayanan Puskesmas, sambil merelokasi secara perlahan,” ucapnya.
Darwin menambahkan, untuk Puskesmas Kabaena Barat, intinya direlokasi dan akan dipulihkan. Kendati pun pelayanannya berjalan bersamaan juga tidak menjadi masalah. Namun, dari segi pelayanan akan dipisahkan antara admin RS dan admin Puskesmas sembari berjalan pembangunannya.
Sebagai informasi, pembangunan gedung OK (Operatie Kamer) di RS Tipe D merupakan bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam bidang bedah dan tindakan medis yang membutuhkan ruang operasi steril. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam pembangunan gedung OK di rumah sakit tipe D:
Gedung OK pula merupakan fasilitas ruang operasi yang dirancang untuk mendukung prosedur bedah dan tindakan medis invasif lainnya. Di rumah sakit tipe D, gedung ini umumnya memiliki fasilitas dasar yang memenuhi standar kesehatan untuk tindakan bedah minor hingga sedang.
Dilihat dari spesifikasi dan standar, pembangunan gedung OK di RS Tipe D harus memenuhi standar dari Kementerian Kesehatan RI serta mengikuti regulasi seperti Permenkes No. 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit. Beberapa spesifikasi utama meliputi:
- Ruang operasi dengan sistem ventilasi steril (HEPA filter).
- Zona bersih dan kotor yang terpisah untuk menghindari kontaminasi.
- Peralatan medis dasar seperti lampu operasi, meja operasi, dan sistem oksigen terpusat.
- Ruang persiapan pasien dan pemulihan pasca operasi.