
Rumbia- Infobombana.id- Pulau Kabaena merupakan sebuah pulau yang
terletak di bagian selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Pulau ini berada di Kabupaten Bombana. Secara geografis, Pulau Kabaena dikelilingi oleh Laut Banda di bagian selatan dan Laut Flores di bagian utara. Akses ke Pulau Kabaena dapat dicapai melalui perjalanan laut dari kota-kota terdekat di Sulawesi Tenggara, seperti kota Baubau atau Pelabuhan Kasipute, Bombana serta Kecamatan Bira, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.
Pulau ini terkenal dengan keindahan alamnya yang masih alami, seperti pantai-pantai berpasir putih, hutan tropis, serta pegunungan yang menawarkan pemandangan spektakuler. Pulau ini juga memiliki potensi tambang nikel yang signifikan, menjadikannya salah satu area penting untuk pertambangan di Sulawesi Tenggara.
Masyarakat setempat sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani, serta memiliki budaya dan tradisi yang kaya. Pulau kabaena bahkan memiliki kurang lebih 38 ribu jiwa yang tersebar di enam kecamatan.
Pulau Kabaena memiliki luas sekitar 873,96 kilometer persegi. Pulau ini merupakan salah satu pulau terbesar di Kabupaten Bombana. Dengan luasnya yang signifikan, Pulau Kabaena menawarkan berbagai lanskap alam yang menarik, termasuk pegunungan, hutan, dan pantai. Potensi sumber daya alamnya, terutama dalam sektor pertambangan, juga menjadikan pulau ini penting secara ekonomi bagi wilayah tersebut.
Sayangnya, ada satu keluhan yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat di pulau ini, yaitu aspek pelayanan kesehatan yang cukup minim. Warga di pulau ini harus rela mengorbankan nyawanya demi menempuh lautan sejauh 53,6 kilometer menuju ibukota Kabupaten Bombana. Utamanya, saat warga mendapat tjndakan rujuk dari tim medis setempat. Entah dengan cara apapun, warga mencari solusi secepat mungkin untuk bisa menempuh jarak itu demi mendapatkan pelayanan maksimal di RSUD Tanduale Ibu kota Bombana.
Warga pula tak jarang menjumpai maut ditengah laut, lantaran gelombang air laut yang cukup menantang. Terkadang juga mengalami kesulitan mencari akses tumpangan, terutama saat pasien mengalami kritis.
Keluhan ini pun sampai ke telinga Penjabat (Pj) Bupati Bombana Edy Suharmanto atas informasi warganya yang meninggal atau melahirkan di tengah laut. Atas beberapa laporan itu, Edy Suharmanto tak mau tinggal diam. Ia bahkan mencari solusi sebisa mungkin demi memudahkan masyarakat di pulau itu dalam mendapatkan layanan kesehatan.
Saat itu juga, Pj. Bupati Edy menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap kesejahteraan warga Pulau Kabaena dengan merencanakan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D Pratama. Inisiatif ini diambil untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas kesehatan.
Edy Suharmanto, yang telah dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi tinggi, memahami betul pentingnya kesehatan sebagai dasar kesejahteraan masyarakat. “Kesehatan adalah hak dasar yang harus dipenuhi. Dengan adanya RS Tipe D ini, saya berharap warga Kabaena bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar pulau,” ujar Edy Suharmanto saat berkunjung bersama rombongan di Pulau Kabaena beberapa waktu lalu.
Demi mendorong percepatan pembangunan RS itu, Edy Suhatmanto menjalin kerjasama dengan para direktur perusahaan, baik PT Jhonlin Batu Mandiri, maupun sejumlah perusahaan tambang nikel yang ada di pulau itu.
Pada awal bulan Juni 2024 lalu, Edy Suharmanto bersama Sekretaris Daerah, Man Arfa serta Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin membuat komitmen untuk mencari porsi atau sisa anggaran APBD, apakah bisa memulai pembangunan atau tidak. Sayangnya, dana APBD tak mencukupi. Rapat antar kepala dinas pun dilakukan hingga Pemkab Bombana mendapat titik temu yang hasilnya adalah menyisipkan anggaran senilai Rp 2 miliar untuk memulai pembangunanya.
Target Edy Suharmanto ialah RS tipe D yang akan dibangun di Kecamatan Kabaena Barat itu harus berdiri atau komplit di masa jabatannya. Meski hanya setahun menjabat, namun impiannya mendirikan layanan kesehatan prima di pulau Kabaena telah telah berjalan.
Peletakan Batu Pertama RS tipe D Pratama di Pulau Kabaena
Awal Juni 2024, warga Kabaena mendapat angin segar bahwa Pj. Bupati akan membangun rumah sakit yang bertipe tinggi. Kabar ini tentu membuat warga di pulau ini terharu. Saking bahagianya mereka, membuat sesak membuncah di dada warga di pulau ini. Rombongan Pj. Bupati yang berangkat pada saat itu mendapat sambutan hangat dari warga, tepat di Puskesmas Kecamatan Kabaena Barat. Pj Bupati lemas karena menempuh perjalanan ekstrim, warga pun bahagia karena mimpi mereka benar-benar nyata.
Kala itu, Pj. Bupati menyampaikan hajatnya dan niat sucinya ke seluruh warga Kabaena yang sempat hadir. Niatnya ialah memudahkan masyarakat dalam menjangkau layanan kesehatan yang maksimal. Secara bergiliran, Pj. Bupati, Sekda, bahkan Pj. Ketua TP-PKK Aeni Mutmainnah turut ambil andil dalam proses peletakan batu pertama pembangunan RS Tipe D Pratama itu.
Rencananya, RS Tipe D yang dibangun ini akan dilengkapi dengan fasilitas medis yang cukup memadai, termasuk poliklinik umum, unit gawat darurat, laboratorium, apotek, serta ruang rawat inap. Tidak hanya itu, tenaga medis yang profesional dan berpengalaman juga telah disiapkan untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.
Pembangunan rumah sakit ini tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat. Banyak tenaga lokal yang direkrut untuk mendukung operasional rumah sakit, sehingga turut mengurangi angka pengangguran di Pulau Kabaena.
“Saya berharap keberadaan rumah sakit ini dapat bermanfaat secara maksimal bagi kesehatan warga, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal dengan menyediakan lapangan kerja baru. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan bekerja sama dalam pembangunan rumah sakit ini,” kata Edy Suharmanto.
Komitmen Pj Bupati Edy Suharmanto dalam membangun RS Tipe D di Pulau Kabaena merupakan bukti nyata dari kepedulian dan dedikasinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Harapan besar ditaruh pada rumah sakit ini untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang handal dan dapat diakses oleh seluruh warga Kabaena.
“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu bukti hadirnya pemerintah daerah dalam komitmen besar untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan keberadilan. Hadirnya RS Pratama di kepulauan Kabaena adalah bentuk upaya daerah dalam menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi masyarakat yang masih terbilang jauh dari kemandirian sehat. Begitupula akses menuju RSUD Kabupaten Bombana yang jauh dari kepulauan Kabaena,” tutur Edy Suharmanto.
Pj Bupati Edy menyebutkan jumlah kasus rujukan dari pulau Kabaena ke RSUD Kabupaten selama Tahun 2023 yang mencapai 439 kasus, termasuk rujukan rawat inap yang mencapai 283 kasus dari 6 Kecamatan yang ada di Pulau Kabaena.
“Tingginya angka kasus tersebut patut menjadi perhatian kita bersama dan akan segera teratasi dengan hadirnya rumah sakit ini,” kata Bung Edy.
Olehnya itu, Pj Bupati Bombana berharap pembangunan RS tersebut bisa diselesaikan sesuai jangka waktu yang telah ditetapkan dan sebisa mungkin mampu beroperasi di penghujung tahun 2024.
“Dengan beroperasinya rumah sakit ini nantinya, maka tidak akan ada lagi kendala jarak, termasuk keluhan masyarakat dalam menjalani perawatan medis. Cerita-cerita lama soal keluhan saat masyarakat melahirkan termasuk meninggal di kapal dan kasus lainnya, semua akan terjawab dengan pembangunan rumah sakit ini, ” terangnya.
Edy Suharmanto menyampaikan bahwa pihaknya saat ini baru menyediakan sebanyak Rp 2 miliar untuk pembangunan rumah sakit tersebut. Namun, dirinya bersama Sekda Bombana termasuk jajaran kepala OPD akan berupaya untuk memenuhi kekurangan yang ada.
“Tahun ini memang baru ada 2 miliar, dan tahun depan akan kita upayakan lagi tambahan,” ujarnya.
Tahun 2025, RS Tipe D Pulau Kabaena Keciprat Dana Rp 7 miliar
Kepala Dinas Kesehatan, Darwin mewakili Pj Bupati Bombana mengatakan, RS Tipe D itu dirancang untuk menyediakan berbagai layanan medis seperti rawat inap, rawat jalan, unit gawat darurat, laboratorium, radiologi, dan layanan penunjang medis lainnya.
Adapun total anggaran tersebut akan ditujukan untuk pembangunan RS Tipe D di Kecamatan Kabaena Barat dengan alokasi Rp 4 miliar untuk fisik dan 3 miliar untuk alkes dengan jumlah Rp 7 miliar.
“Alhamdulillah tahun 2025 kami
mendapatkan penambahan dana sebesar
7 miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama Pulau Kabaena,” ungkap Darwin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (3/12/2024).
Lanjutnya, pembangunan fasilitas kesehatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemkab Bombana dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil seperti Kabaena.
Darwin merinci penggunaan anggaran RS Tipe D Pratama Pulau Kabaena dengan dana 4 miliar untuk pembangunan fisik. Bangunan fisik yang dimaksud Darwin adalah bangunan yang mendukung fasilitas yang ada. Sementara 3 miliar diperuntukkan bagi pengadaan Alkes.
“Kan dalam bangunan itu ada 4 ruangan operasi, paling tidak dua gedung yang dibangun terlebih dahulu. Jadi, 2 miliar itu untuk bangunan, dan dalam 1 gedung itu ada 4 kamar operasi, dan minimal untuk 3 miliar lainnya digunakan untuk memenuhi fasilitas dua kamar operasi, ” ujarnya.
Mantan Kepala BKD Bombana itu menyebutkan, anggaran untuk pembangunan secara keseluruhan Rumah Sakit tipe D tersebut masih sangat minim dan membutuhkan anggaran senilai Rp 90 miliar. Guna mewujudkan rumah sakit ini
perlu anggaran yang lumayan besar dan Pemkab Bombana terus berupaya memaksimalkan pembangunan layanan kesehatan di Pulau Kabarna secara berkala. (Adv)