EkobisKesehatanSosial

Redam Gejolak Harga Sembako, Bulog Bombana Buka Outlet Pengendali Inflasi di Pasar Tadoha Mapaccing

22
×

Redam Gejolak Harga Sembako, Bulog Bombana Buka Outlet Pengendali Inflasi di Pasar Tadoha Mapaccing

Sebarkan artikel ini

Rumbia, Infobombana.id – Perum Bulog Cabang Bombana bergerak cepat meredam potensi lonjakan harga bahan pokok di bulan Ramadan tahun 2026. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan mengoperasikan Toko Outlet Pengendali Inflasi di Pasar Tadoha Mapaccing, Kecamatan Rumbia. Kehadiran gerai ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pimpinan Bulog Bombana, Aang Fahri Drajat menegaskan bahwa stok pangan saat ini dalam posisi aman, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying. “Masyarakat tidak perlu panik. Bulog hadir langsung di pasar untuk memastikan stok beras, minyak goreng, dan gula tersedia dalam jumlah yang mencukupi,” ujarnya.

Langkah intervensi ini dilakukan menyusul tren kenaikan harga komoditas pangan di tingkat nasional pada Februari 2026. Berdasarkan data pantauan harga, tekanan inflasi masih membayangi sejumlah daerah. Sekitar 40 persen wilayah di Indonesia tercatat menjual beras premium melampaui HET Rp 14.900 per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada beras medium, di mana sebaran wilayah dengan harga di atas HET melonjak dari 47 persen menjadi 53 persen.

Tak hanya beras, komoditas gula pasir dan minyak goreng juga mengalami fluktuasi tajam. Sebanyak 79 persen wilayah menjual gula di atas ambang batas Rp 17.500 per kilogram. Sementara minyak goreng, meski mulai melandai dari puncaknya di bulan Januari, masih tercatat dijual di atas HET di 24 persen wilayah.

Di tingkat provinsi, rata-rata harga beras medium kini bertengger di angka Rp 13.816 per kilogram, sedikit di atas ketetapan pemerintah sebesar Rp 13.500. Begitu pula dengan gula pasir yang menyentuh Rp 18.208 per kilogram.

Namun, kondisi di Kabupaten Bombana relatif lebih terkendali. Harga beras premium masih stabil di angka Rp 14.900 dan beras medium Rp 13.500. Minyakita pun masih dilego sesuai HET yakni Rp 15.700 per liter. Hanya gula pasir yang terpantau sedikit melambung di harga Rp 18.000 per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas ini, Bulog Bombana telah menyiagakan cadangan pangan yang mumpuni, meliputi:

  • Beras: 4.000 ton
  • Minyak Goreng: 60.000 liter
  • Gula Pasir: 10 ton

“Kehadiran outlet ini bukan sekadar menyediakan stok, tapi juga instrumen untuk menjaga daya beli sekaligus mencegah praktik penimbunan yang kerap memicu lonjakan harga yang tidak wajar,” tambah Aang.

Dengan ketersediaan cadangan yang melimpah, Bulog berharap masyarakat dapat memanfaatkan outlet resmi ini untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci dan hari raya dengan harga yang lebih bersahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!