Budaya, Infobombana.id – Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan terbesar dalam budaya Tionghoa yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Perayaan ini berasal dari masa Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM) dan awalnya merupakan bentuk penghormatan kepada para dewa serta leluhur untuk memohon keberkahan. Dalam kalender Tionghoa, Imlek menandai pergantian tahun berdasarkan perhitungan lunisolar, berbeda dengan kalender Gregorian yang lebih umum digunakan.
Legenda terkenal tentang Imlek adalah kisah makhluk mitos bernama Nian. Nian adalah monster yang muncul setiap akhir tahun untuk meneror penduduk desa. Namun, masyarakat menemukan bahwa Nian takut pada suara keras, warna merah, dan cahaya terang. Oleh karena itu, tradisi memasang lampion merah, kembang api, dan petasan lahir untuk mengusir roh jahat.
Tahun Baru Imlek dirayakan dengan penuh kegembiraan selama 15 hari. Setiap hari memiliki makna khusus dengan tradisi tertentu yang dijalankan. Berikut adalah beberapa tradisi utama yang sering dilakukan:
1. Membersihkan Rumah
Sebelum perayaan dimulai, rumah dibersihkan secara menyeluruh. Ini melambangkan “mengusir” nasib buruk dari tahun sebelumnya dan menyambut keberuntungan di tahun baru.
2. Pemasangan Dekorasi Merah
Warna merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Rumah-rumah dihiasi dengan lampion, kertas berisi harapan baik, serta simbol “福” (fu) yang artinya keberuntungan.
3. Makan Malam Keluarga
Malam sebelum Imlek dikenal sebagai Malam Tahun Baru atau Chúxī. Pada malam ini, keluarga besar berkumpul untuk makan malam bersama. Hidangan seperti ikan (melambangkan kelimpahan), pangsit (melambangkan kemakmuran), dan kue keranjang (melambangkan persatuan) adalah menu wajib.
4. Angpao
Angpao adalah amplop merah berisi uang yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak dan orang yang belum menikah. Angpao melambangkan doa untuk keberuntungan dan kebahagiaan di tahun yang akan datang.
5. Festival Lampion
Perayaan Imlek ditutup dengan Festival Lampion pada hari ke-15. Orang-orang membawa lampion, menikmati pertunjukan barongsai, dan menyaksikan kembang api. Ini adalah simbol harapan terang untuk masa depan.
Tahun Baru Imlek bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan keluarga dan komunitas. Dalam tradisi ini, masyarakat diajak untuk merenung, memaafkan, dan memulai tahun baru dengan hati yang bersih.
Di Indonesia, Tahun Baru Imlek dirayakan dengan semangat kebersamaan lintas budaya. Warga Tionghoa di berbagai daerah, seperti Singkawang dan Glodok, meriahkan Imlek dengan tradisi lokal, menciptakan harmoni yang khas dalam keragaman.
Artikel ini diterbitkan dengan menyerap berbagai sumber yang ada di Google. Com