Rumbia, Infobombana.id – Senja turun perlahan di atas Kelurahan Lampopala, Kecamatan Rumbia. Jarum jam menunjuk pukul 16.45 Wita ketika deru kendaraan roda dua mengitari bundaran Tugu Munajah, Kabupaten Bombana. Suasana langit sore juga masih menyisakan cahaya keemasan, dan di antara lalu-lalang itu, tangan-tangan berseragam cokelat berdiri menyapa.
Di bundaran itu, personel gabungan Seksi Humas, Hukum, dan Seksi Pengawasan Polres Bombana membagikan bingkisan kecil yang maknanya tak sederhana. Ada gelas-gelas es buah yang berembun, serta kotak berisi kudapan pembuka puasa.
Ada bapak-bapak dengan wajah lelah sepulang kerja, emak-emak yang menenteng tas belanja, ibu-ibu muda yang membonceng anaknya, hingga para remaja yang melintas dengan sepeda motor. Mereka menerima takjil itu dengan senyum yang merekah, seolah senja hari itu membawa kabar baik.

Kegiatan pembagian takjil ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, sejak pukul 16.30 Wita hingga selesai, dipimpin langsung oleh Kasi Humas, Ipda Abdul Hakim, bersama jajaran anggota gabungan Seksi. Turut hadir Kasikum serta rekan-rekan media Polres Bombana yang ikut menyaksikan dan mendokumentasikan momen tersebut.
Di tengah keramaian itu, seorang pengendara menghentikan motornya sejenak. Dengan mata berbinar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Jujur, aksi seperti ini sangat kami suka. Kita tidak pernah tahu, mungkin ada satu atau dua orang pengendara yang bahkan kesulitan mendapatkan menu buka puasa. Gerakan kecil ini sangat berarti,” ujar sosok pria paruh baya yang tidak ingin disebutkan namanya (Hamba Allah) katanya.
Ia lalu bercerita, sembari tersenyum, tentang beberapa pelajar SMA yang sempat tidak kebagian karena tak mengenakan helm. “Di situ kami lihat polisi tidak pilih kasih. Justru jadi pelajaran. Pakai helm itu bukan hanya untuk keselamatan, tapi mempermudah urusan di jalan. Tadi saya lihat mereka benar-benar ingin takjil itu, sampai kembali lagi dengan bertukar helm dengan temannya,” katanya, terkekeh pelan.

Di bulan suci Ramadan, kegiatan ini bukan sekedar rutinitas berbagi makanan. Ini adalah program Kapolres Bombana yang dilaksanakan setiap hari menjelang berbuka, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.
Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K, menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum untuk hadir lebih dekat. Bukan sekedar mendekat secara jarak, tetapi mendekat dalam rasa. Di bulan ketika langit diyakini lebih terbuka bagi doa-doa, ia ingin polisi tak hanya terlihat sebagai penjaga jalan dan penegak aturan, melainkan juga sebagai tetangga yang ikut merasakan denyut kehidupan warganya.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri dan memperbanyak memberi. Di momen inilah kami ingin hadir bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga berbagi kebahagiaan, utamanya saat masyarakat membutuhkan sentuhan kecil yang berarti,” ujarnya.
Selain membagikan takjil, personel juga menyelipkan imbauan kamtibmas kepada pengguna jalan: tetap tertib berlalu lintas, menjaga keselamatan, dan memelihara situasi yang aman serta kondusif selama Ramadan.
Senja pun beringsut menuju magrib. Satu per satu kendaraan berlalu, membawa serta bingkisan kecil dan mungkin secuil rasa haru. Di bundaran Tugu Munajah itulah, takjil bukan hanya pelepas dahaga. Ia benar-benar menjelma menjadi jembatan sunyi antara pengayom dan yang dilindungi, sebuah penegasan bahwa di tengah hiruk-pikuk jalan raya, kepedulian masih punya tempat untuk tumbuh.














