Rumbia, Infobombana.id – Langit senja di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, perlahan meredup, namun suasana di kediaman Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., justru semakin hangat. Buka puasa bersama yang digelar menjadi panggung keheningan batin, tempat derita Palestina bergema dan menyentuh hati, Jumat (7/3/2025),
Sejak awal acara, antusias masyarakat begitu tinggi dalam kebersamaan yang tak sekadar formalitas. Tamu-tamu yang hadir seperti tokoh agama, masyarakat, hingga pejabat pemerintahan, cukup terlarut dalam suasana khusyuk. Kelembutan Ramadhan terasa, tetapi kepedihan Palestina tak bisa ditepis.
Tausiah sore itu disampaikan oleh Syech Odai Mousa Ahmad Al Naser. Seorang ulama asal Palestina. Suaranya tenang, namun setiap kata membawa luka yang dalam. Ia menceritakan betapa anak-anak di Gaza berbuka puasa hanya dengan seteguk air, betapa suara azan kerap bercampur dengan ledakan, dan betapa sahur menjadi momen di mana harapan hidup keesokan hari begitu tipis.
“Saudara-saudara kami di Palestina sangat membutuhkan uluran tangan kita semua. Mereka kehilangan rumah, kehilangan keluarga, dan bahkan harus berjuang untuk mendapatkan makanan sehari-hari. Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk saling membantu, khususnya dalam momen Ramadan yang penuh berkah ini,” ungkap Syech Odai Mousa Ahmad Al Naser dengan penuh haru.
Kalimat itu membelah keheningan. Beberapa tamu terlihat menundukkan kepala, dan turut merasakan betapa pedihnya gejolak yang terjadi di kota Kanaan.
Sementata itu, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, dalam sambutannya tampak tak bisa menyembunyikan gejolak hatinya. Menurutnya Ramadhan harus menjadi pengingat bagi umat manusia bahwa di luar sana ada saudara-saudara yang tengah berjuang bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi untuk bertahan hidup. Sehingga, solidaritas menjadi jembatan bagi mereka menuju harapan.
“Kita semua tahu bahwa saudara-saudara kita di Palestina sedang menghadapi ujian yang sangat berat. Sebagai sesama umat Muslim dan manusia, sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu dengan apa yang kita bisa. Melalui acara ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Bombana untuk turut serta dalam aksi kemanusiaan ini,” ujar Ahmad Yani.
Ahmad Yani pun berjanji, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga resmi yang memiliki akses langsung ke Palestina. “Kita pastikan bantuan ini sampai ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Bukan sekadar kata-kata, selepas adzan Maghrib berkumandang dan berbuka puasa bersama berlangsung, acara berlanjut dengan penggalangan dana untuk Palestina. Uniknya, tak ada paksaan. Para tamu undangan bergerak atas dasar hati, satu per satu maju, menyelipkan donasi dalam sebuah kotak sederhana.
Seorang ibu paruh baya, yang diketahui adalah pedagang kecil di pasar Rumbia, menyumbangkan uang hasil dagangannya hari itu. “Tidak banyak ji kasian, tapi semoga ini bisa membantu saudara kita di Palestina,” ucapnya dengan nada pelan.
Acara ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh Syech Odai. Doa untuk kedamaian Palestina, untuk kesejahteraan Bombana, dan untuk Ramadhan yang semakin bermakna.