Scroll untuk baca artikel
       
UlasanBirokrasiEkobisPilkadaSosial

Ulasan Perkembangan Kabupaten Bombana Sepanjang Tahun 2024 di Berbagai Bidang

48
×

Ulasan Perkembangan Kabupaten Bombana Sepanjang Tahun 2024 di Berbagai Bidang

Sebarkan artikel ini
Pemandangan udara Ibukota Kabupaten Bombana tahun 2020 (FOTO: ISTIMEWA) 

Rumbia, infobombana.id Sepanjang tahun 2024, Kabupaten Bombana di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menunjukkan berbagai perkembangan signifikan di berbagai bidang. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Demografi

Rangkuman Data Penduduk Kabupaten Bombana 2024 dilihat dari jumlah penduduk pada tahun 2024 tercatat sebanyak 166,13 ribu jiwa. Meski mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya, rata-rata pertumbuhan tahunan Compound Annual Growth Rate (CAGR) wilayah ini justru mengalami penurunan, dengan pertumbuhan lima tahun terakhir sebesar -2,08%.

Secara nominal, jumlah penduduk Kabupaten Bombana menempati urutan keenam di Sultra dan urutan ke-51 jika dikelompokkan berdasarkan pulau. Mayoritas penduduknya berada dalam usia produktif (15-59 tahun), yang mencakup 65,66% atau 109,09 ribu jiwa. Sementara itu, 26,45% penduduk berusia 0-14 tahun, dan 7,89% lainnya merupakan kelompok usia lanjut (60 tahun ke atas).

Distribusi Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur:

  • Anak-anak (0-14 tahun): 26,45%
  • Usia produktif (15-59 tahun): 65,66%
  • Usia lanjut (60 tahun ke atas): 7,89%

Dengan data ini, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Bombana masih didominasi oleh penduduk usia produktif, meskipun pertumbuhan penduduk dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren negatif.

2. Ekonomi

Ulasan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan ADHB (Atas Dasar Harga Berlaku). PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Bombana 2023, mencatat sebesar Rp54,12 juta/kapita/tahun. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan Desember 2021.

Jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, pertumbuhan rata-rata tahunan CAGR daerah ini tercatat cukup baik, dengan pertumbuhan lima tahun terakhir mencapai 8,41%.

Namun, secara historis, kenaikan PDRB ADHB per kapita tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Puncak pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2020 dengan 20,59%, sementara pertumbuhan terendah terjadi pada 2021 di angka 3,79%.

Dari segi perbandingan regional, Kabupaten Bombana menempati peringkat kedelapan di Provinsi Sutra berdasarkan PDRB ADHB per kapita. Jika dilihat secara lebih luas berdasarkan wilayah kepulauan, Bombana berada di peringkat ke-33.

Berikut adalah 10 kabupaten/kota dengan PDRB ADHB per kapita tertinggi di Sulawesi Tenggara pada 2023:

1. Kabupaten Kolaka – Rp145,1 juta/kapita/tahun

2. Kota Kendari – Rp77,59 juta/kapita/tahun

3. Kabupaten Kolaka Utara – Rp77,08 juta/kapita/tahun

4. Kabupaten Konawe Utara – Rp72,8 juta/kapita/tahun

5. Kota Bau Bau – Rp69,35 juta/kapita/tahun

6. Kabupaten Konawe – Rp67,88 juta/kapita/tahun

7. Kabupaten Buton Utara – Rp58,72 juta/kapita/tahun

8. Kabupaten Bombana – Rp54,12 juta/kapita/tahun

9. Kabupaten Konawe Selatan – Rp50,81 juta/kapita/tahun

10. Kabupaten Wakatobi – Rp49,53 juta/kapita/tahun

Meskipun masih berada di peringkat delapan di tingkat provinsi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bombana tetap menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Upaya peningkatan sektor ekonomi dan investasi akan menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan PDRB lebih tinggi di masa depan.

Dapat disimpulkan bahwa, PDRB atas dasar harga berlaku per kapita Kabupaten Bombana pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp54,12 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 8,41% dalam lima tahun terakhir.

3. Budaya dan Pariwisata

Pada Desember 2024, Kabupaten Bombana menggelar Festival Budaya dengan tema “Harmoni Keragaman Budaya Bombana”. Acara ini menampilkan parade budaya dari berbagai suku, seperti Moronene, Tolaki, Buton, Muna, Bajo, Bugis, Jawa, dan Bali. Kegiatan ini juga digelar bertepatan dengan momentum perayaan HUT Bombana Ke-21, dengan tujuan untuk melestarikan kekayaan budaya lokal dan mempererat persaudaraan masyarakat.

Dalam festival tersebut, Kecamatan Kabaena Selatan berhasil meraih juara pertama, mempertahankan prestasi yang sama dari tahun sebelumnya. Penampilan mereka yang memukau dengan tarian dan busana adat berhasil menarik perhatian penonton dan juri.

Penampakan udara Ruang Terbuka Hijau, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana (FOTO: ISTIMEWA)

4. Pemerintahan dan Keterbukaan Informasi

Pada Desember 2024, Kabupaten Bombana melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik meraih penghargaan sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) terbaik se-Sultra. Penghargaan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong keterbukaan informasi dan meningkatkan pelayanan publik.

5. Politik

Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara terbanyak. Kemenangan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka untuk periode mendatang.

6. Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya menurunkan angka stunting. Melalui kerjasama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang melibaykan 18 OPD, Kabupaten Bombana berhasil menurunkan angka stunting hingga 30,4 persen dari angka  sebelumnya yang mencapai 35,3 persen. Berbagai program digalakkan demi  mencapai target prevalensi stunting nasional sebesar 14% pada tahun 2024.  Upaya ini juga dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, pendampingan ibu hamil, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

7. Sosial

Untuk menekan laju inflasi dan membantu masyarakat kurang mampu, pada Juni 2024, pemerintah daerah menyalurkan bantuan pangan berupa beras tahap kedua kepada 12.948 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan.

Secara keseluruhan, tahun 2024 menjadi periode yang signifikan bagi Kabupaten Bombana dengan berbagai pencapaian di bidang budaya, pemerintahan, politik, kesehatan, dan sosial. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus membawa kemajuan bagi daerah ini di masa mendatang.

Ulasan ini ditulis dengan menyerap data dari berbagai sumber seperti databoks:katadata.co.id. Data juga disadur dari sejumlah media online seperti Lingkup Media.id, Anoanews. com, Sultrack.com, Portal.id, harianpublik.id dan edisiindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!