
Rumbia, Infobombana.id – Longsor yang terjadi di wilayah Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena, memicu krisis lingkungan dan kebutuhan dasar warga. Peristiwa yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan PT Almharig itu menutup sumber mata air yang selama ini menyuplai kebutuhan air bersih di tiga kecamatan di Pulau Kabaena.
Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan warga mengenai tertutupnya sumber air akibat longsor. Dari hasil peninjauan, material berupa tanah, lumpur, dan batuan menimbun mata air yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.
“Kami meninjau langsung kejadian longsor di Olondoro, Desa Rahadopi, Kecamatan Kabaena. Dampaknya sangat luar biasa, mata air tertutup material tanah, lumpur, dan batuan,” ujar Wakil Bupati di lokasi, Rabu (8/4/2026).
Dampak longsor tak hanya menghentikan aliran air bersih, tetapi juga merusak jaringan distribusi. Pipa-pipa yang sebelumnya mengalirkan air ke permukiman dilaporkan mengalami kerusakan berat.
“Untuk masyarakat di Kabaena Barat, Kabaena Induk, dan Kabaena Selatan, kami minta bersabar. Ini sudah hari kedua sumber air terputus. Kondisi di lapangan sangat parah, bahkan pipa baja patah,” katanya.
Pemerintah daerah menilai situasi di lokasi cukup mengkhawatirkan. Selain krisis air, aktivitas pertanian warga turut terganggu akibat hilangnya pasokan air yang selama ini menopang lahan-lahan produktif.
Wabup Ahmad Yani menegaskan, pemerintah akan menelusuri lebih jauh dugaan keterkaitan aktivitas pertambangan dengan peristiwa longsor tersebut. Pemeriksaan akan mencakup aspek perizinan hingga kelayakan lingkungan perusahaan.
“Saya akan memeriksa langsung perusahaan ini, termasuk kajian lingkungannya dan AMDAL-nya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pertambangan pada prinsipnya memiliki kontribusi bagi pembangunan daerah. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Penambangan itu bermanfaat bagi negara dan daerah, tapi merusak lingkungan tidak diperbolehkan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bombana, kata dia, akan segera menindaklanjuti hasil temuan di lapangan guna memastikan penanganan dampak longsor berjalan optimal.
“Insyaallah kami tindak lanjuti setelah kunjungan ini,” ucapnya.
Di tengah situasi tersebut, Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya melindungi masa depan generasi Kabaena.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga daerah ini demi menyelamatkan generasi Kabaena ke depan,” tuturnya.














