Scroll untuk baca artikel
HeadlineHUKUMKesehatanSosial

Tragedi di Tambang Kabaena, Wawan Tewas Tertimbun Material Setelah Truk Rem Blong

69
×

Tragedi di Tambang Kabaena, Wawan Tewas Tertimbun Material Setelah Truk Rem Blong

Sebarkan artikel ini

KABAENA, INFOBOMBANA.ID – Wawan Reynaldi berangkat bekerja seperti biasa pada Rabu 24 Juni 2026 pagi. Tak ada yang menyangka, perjalanan kerjanya di kawasan tambang PT Margo Karya Mandiri (MKM), Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya.

Pria 28 tahun asal Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena itu meninggal dunia setelah truk pengangkut material penutup tanah atau overburden (OB) yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di jalur tambang sekitar pukul 08.50 Wita.

Informasi resmi yang dihimpun Humas Polres Bombana menyebutkan, saat itu Wawan tengah mengemudikan truk menuju lokasi pembuangan material bersama seorang rekan kerjanya, Tobi Berlian. Kendaraan melintasi jalur menurun yang biasa dilalui armada pengangkut.

Namun di tengah perjalanan, situasi berubah menjadi petaka.
Berdasarkan keterangan saksi yang diperoleh kepolisian, sistem pengereman truk diduga mengalami kegagalan fungsi saat kendaraan berada di jalur turunan. Truk meluncur tanpa kendali dengan kecepatan tinggi.

Upaya menghindari kecelakaan dilakukan. Kendaraan sempat menghantam safety berm atau tanggul pengaman di sisi jalan tambang. Namun benturan itu tidak mampu menghentikan laju truk.

Ketgam: Suasana di rumah duka Almarhum Wawan Reynaldi di Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Rabu (24/6/2026).

Kendaraan kemudian menabrak sediment pond sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan dan terguling.
Dalam situasi kritis tersebut, Wawan berusaha menyelamatkan diri dengan melompat keluar dari kendaraan. Namun nasib berkata lain.

Material OB yang diangkut truk tumpah bersamaan saat kendaraan terguling. Tubuh Wawan tertimbun material dalam jumlah besar.

Rekan kerjanya yang selamat segera meminta pertolongan. Sejumlah karyawan bergegas menuju lokasi. Alat berat dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan menggali timbunan material yang menutupi tubuh korban.

Suasana di lokasi berubah tegang. Harapan agar Wawan dapat diselamatkan masih terbuka ketika tubuhnya berhasil ditemukan dan dievakuasi menuju Puskesmas Kabaena Selatan.

Saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Namun beberapa jam kemudian, perjuangan Wawan berakhir.
Sekitar pukul 12.00 Wita, tim medis Puskesmas Kabaena Selatan menyatakan korban meninggal dunia setelah seluruh upaya penyelamatan dilakukan.

Kepala Puskesmas Kabaena Selatan, dr. A. Yamin Musri Suryamin, menjelaskan bahwa saat pemeriksaan dilakukan, denyut nadi korban sudah tidak teraba baik di pergelangan tangan maupun di leher.

Tim medis kemudian melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak tiga kali sesuai prosedur. Namun tidak ditemukan respons.

“Seluruh tindakan sesuai standar operasional prosedur telah dilakukan, namun korban tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.

Menerima laporan kejadian tersebut, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan data terkait kecelakaan kerja tersebut.

Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya risiko pekerjaan di sektor pertambangan. Di balik target produksi dan lalu-lalang alat berat, keselamatan kerja menjadi aspek yang tak boleh diabaikan.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, Wawan bukan sekadar nama dalam laporan kecelakaan kerja. Ia adalah anak, saudara, dan orang yang setiap pagi berangkat mencari nafkah dengan harapan kembali ke rumah. Namun pada Rabu pagi itu, harapan tersebut terhenti di jalur tambang Kabaena.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!